BREAKING NEWS
 

Sikapi Perseteruan Antar Negara Adidaya, Ibas Serukan Negara Asean Netral

Reporter : KHOIRUL UMAM
Editor : FAQIH MUBAROK
Jumat, 2 Mei 2025 11:34 WIB
Wakil Ketua MPR Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas). Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Ketua MPR Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) menyerukan kepada negara-negara di kawasan Asean untuk bersatu menghadapi dinamika global yang penuh ketidakpastian.

Ibas meyakini, negara di kawasan Asean mampu menjembatani kisruh yang terjadi antar negara adidaya.

"Kita hidup di masa perubahan besar di seluruh dunia. Setiap hari kita melihat peristiwa besar yang memengaruhi semua orang, bahkan kita di Asia Tenggara. Contoh yang jelas adalah perang Rusia-Ukraina. Meskipun konflik itu jauh dari Malaysia dan Indonesia, tapi memengaruhi kita. Konflik itu telah membuat harga minyak dan pangan semakin tinggi," kata Ibas, dalam keterangannya, Jumat (2/5/2025).

Baca juga : Program Tebus Ijazah Sekolah Dapat Apresiasi

Ibas juga menyoroti ketegangan Amerika Serikat dan China. Ibas bilang, konflik perang dagang keduanya membuat banyak negara bingung untuk berpihak.

Adsense

"Sekarang dengan beberapa negara adikuasa, bukan hanya satu atau dua. Karena persaingan ini, negara seperti Malaysia, Indonesia terkadang merasa tertekan untuk memilih satu pihak. Namun jawaban Asean pada dasarnya adalah tidak," tegas politisi Partai Demokrat itu.

"Tidak, terima kasih. Kami tidak ingin memihak di antara negara-negara besar. Keamanan kami berasal dari persatuan dan netralitas. Kami mengingat nilai-nilai dasar Asean, yaitu netralitas, persatuan, dan saling menghormati," sambugnnya.

Baca juga : Kapolri Pastikan Acara May Day Di Monas Berjalan Aman Dan Nyaman

Ia menekankan bahwa Asean berkomitmen untuk tetap netral dan menjalin hubungan baik dengan semua negara.

Kata Ibas, Asean paling kuat jika berdiri bersama. Persatuan adalah jalan menuju keamanan, kemajuan dan kesejahteraan. Asean menjadi platform untuk kerja sama, bukan arena persaingan negara-negara besar.

"Keberagaman Asean memungkinkannya bertindak sebagai jembatan antara kekuatan global yang mendorong dialog dan kerjasama. Ketika negara-negara Asean berbicara dengan satu suara, kita bisa menjadi pemain di meja, bukan hanya pion dalam permainan orang lain," pungkas Ibas. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense