Dark/Light Mode

Penuhi Hak Warga Negara Indonesia

Program Tebus Ijazah Sekolah Dapat Apresiasi

Jumat, 2 Mei 2025 07:25 WIB
Anggota DPD dari daerah pemilihan (dapil) Jakarta Fahira Idris. (Foto: Instagram/fahiraidris)
Anggota DPD dari daerah pemilihan (dapil) Jakarta Fahira Idris. (Foto: Instagram/fahiraidris)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sejumlah kalangan mengapresiasi program Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang melakukan penebusan ijazah siswa yang masih ditahan pihak sekolah. Langkah ini selaras dengan upaya pemenuhan hak warga negara.

Anggota DPD dari daerah pemilihan (dapil) Jakarta Fahira Idris mengatakan, usaha Pemprov Jakarta menebus ijazah para siswa bukan hanya menyentuh akar persoalan pendidikan. Namun menjadi jalan terang bagi masa depan ribuan anak Jakarta yang ijazahnya harus tertahan.

“Program ini bentuk nyata dari keberpihakan Pemerintah terhadap keadilan pendidikan. Saya sampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pak Gubernur Pramono Anung atas peluncuran program tebus ijazah ini,” ujar Fahira dalam keterangannya, Kamis (1/5/2025).

Fahira juga menyampaikan, para pemangku kepentingan lain, mulai dari sekolah swasta, dunia usaha, serta komunitas sosial, harus mendukung gerakan penebusan ijazah ini untuk membuka peluang para siswa kurang mampu menaikkan derajat ekonomi keluarganya.

Baca juga : Kalah Lawan Kotak Kosong, Mantan Wali Kota Maju Lagi

“Mari jadikan program tebus ijazah bukan sekadar respons atas masalah masa lalu, tetapi juga sebagai komitmen kolektif untuk menjamin tidak ada lagi anak Jakarta yang lulus tanpa bisa membawa pulang ijazahnya,” ujarnya.

Senator Jakarta itu mengingatkan, ijazah bukan sekadar selembar kertas, tetapi simbolisasi dari pencapaian siswa menamatkan pendidikan.

Dengan adanya ijazah, maka para siswa bisa membuka lembaran baru dalam hidupnya, yakni masuk ke dunia kerja atau melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

“Ketika ijazah tertahan karena tunggakan administrasi, masa depan anak-anak di Jakarta sejatinya juga ikut tertahan. Fakta bahwa belasan ribu ijazah warga Jakarta masih tertahan di sekolah adalah prioritas yang memang harus dituntaskan,” jelasnya.

Baca juga : Kejagung Masih Teliti Unsur Korupsi

Fahira menambahkan, bagi Pemprov, usaha penebusan ijazah yang ditahan pihak sekolah bisa menjadi investasi sosial yang sangat besar. Sebab, dengan memberi kesempatan kepada generasi muda untuk berkembang, Jakarta memperkuat fondasi ekonominya, meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan membangun masyarakat yang lebih adil serta inklusif.

Dia pun meminta warga Jakarta, khususnya yang mengalami kendala mengambil ijazah karena masalah ekonomi, menyampaikan kepada isntansi terkait untuk mendapatkan layanan penebusan.

“Jangan ragu dan malu, karena pendidikan adalah hak setiap warga negara. Pemprov telah membuka pintu. Kini saatnya kita melangkah mengambil kembali masa depan kita,” saran Fahira.

Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta Raden Gusti Arief juga mengapresiasi usaha Pemprov melakukan penebusan terhadap ijazah.

Baca juga : Bank Mandiri Kantongi Laba Bersih Rp 13,2 T

Menurutnya, ijazah merupakan syarat mutlak dalam mencari pekerjaan.Keberadaan ijazah sangat krusial dalam mendukung masa depan generasi muda. Tanpa ijazah, anak Jakarta kehilangan kesempatan bersaing di dunia kerja. Termasuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.