BREAKING NEWS
 

Soroti Isu AI dan Perubahan Iklim di Universiti Malaya

Ibas: Ekonomi dan Ekologi Harus Bersahabat, Jadikan Peluang Bukan Ancaman

Reporter & Editor :
MARULA SARDI
Jumat, 2 Mei 2025 14:09 WIB
Ketua FPD DPR RI Edhie Baskoro ketika menjadi Guest Lecture di Universiti Malaya, dengan Topik “Navigating a Changing World: ASEAN’s Path to Stability and Prosperity”, di Auditorium Faculty of Business & Economics, Rabu (30/4/2025). (Foto: Dokumen Ibas)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Ketua MPR RI dari Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) menyoroti dua tantangan besar masa depan dunia, yaitu kecerdasan buatan (AI) dan perubahan iklim, yang meskipun tampak berbeda, sama-sama membutuhkan kesiapan dan kolaborasi.

Ia menekankan pentingnya adaptasi terhadap transformasi teknologi tanpa mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan Asia Tenggara, serta menyerukan kerja sama internasional untuk pemanfaatan AI yang etis. 

"Pertumbuhan ekonomi dan pelestarian lingkungan tidak boleh dipisahkan, dengan mendorong ekonomi hijau sebagai solusi masa depan yang menciptakan lapangan kerja, menjaga ekosistem, dan memperkuat solidaritas kawasan ASEAN dalam menghadapi krisis iklim lintas batas," kata Ketua FPD DPR RI Edhie Baskoro ketika menjadi Guest Lecture di Universiti Malaya, dengan Topik “Navigating a Changing World: ASEAN’s Path to Stability and Prosperity”, di Auditorium Faculty of Business & Economics, Rabu (30/4/2025).

“Ada tantangan besar yang akan membentuk hidup kita, yaitu kecerdasan buatan (AI) dan perubahan iklim. Mungkin tampak sangat berbeda, yang satu tentang teknologi, yang lain tentang lingkungan, tapi keduanya sangat besar dan mengharuskan kita untuk bersiap,” ungkap Ibas.

Baca juga : Bahas Geopolitik Dan Geokonomi di Universiti Malaya, Ibas: Kita Bersatu Dalam Nilai-Nilai ASEAN

Ibas mengajak para mahasiswa untuk menjajal kecerdasan buatan. AI dapat melakukan hal menakjubkan, mereka bisa lebih pintar dari manusia, mereka bisa lebih cepat daripada apa pun, tapi itu juga membawa kekhawatiran bagi kita.

"Banyak orang bertanya, apakah robot akan mengambil alih pekerjaan kita?” ujarnya.

Ibas menyampaikan, realitanya sejumlah pekerjaan akan berubah bentuk, beberapa bahkan menghilang. Oleh karena itu, masyarakat harus siap menghadapi transformasi ini dengan keterampilan baru dan kesiapan beradaptasi.

Adsense

“Itu berarti kita harus siap, kita harus siap beradaptasi. Selain itu, kita juga harus memanfaatkan kekuatan budaya kita," tegasnya.

Baca juga : Bertemu Ketua Parlimen Malaysia, Ibas Dorong Ekonomi Hijau Dan Kerja Sama Perdagangan

“Kita memiliki apa yang disebut nilai, identitas, nilai komunitas, dan tentu empati khas Asia Tenggara yang tidak dapat dimiliki oleh robot dan AI. Jadi, kita dapat merancang dan menggunakan kebutuhan AI dengan cara yang mengutamakan manusia.”

Alumni S3 IPB University ini menekankan perlunya kerja sama internasional untuk menangani risiko AI. Tidak ada satu negara pun yang dapat mengelola dampak AI sendirian karena teknologi melintasi batas negara. 

“ASEAN dapat bekerja sama menetapkan pedoman, etika teknologi untuk penggunaan AI yang etis. Dengan bersikap kooperatif dan kreatif, kita dapat mengubah AI menjadi peluang, bukan ancaman,” tegasnya. 

Di hadapan mahasiswa Universiti Malaya, Ibas melanjutkan pemaparannya membahas tentang perubahan iklim. 

Baca juga : Warga Berdoa Di Antara Puing-puing Bangunan

“Dapatkah kita membangun negara kita tanpa merusak planet kita? Saya yakin, ya, kita bisa dan harus melakukannya!” kata Ibas. 

Ibas kemudian menegaskan bahwa solusi memperbaiki isu perubahan iklim dan kerusakan bukan menunda demi pertumbuhan ekonomi, karena keduanya bisa dan harus berjalan beriringan. 

 

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense