BREAKING NEWS
 

DPR Dorong Kementan Susun Peta Jalan Menuju Lumbung Beras Dunia

Reporter & Editor :
MUHAMAD FIKY
Kamis, 29 Mei 2025 13:08 WIB
Wakil Ketua Komisi IV DPR, Alex Indra Lukman

RM.id  Rakyat Merdeka - Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) mesti memiliki intiusi dan kecakapan bisnis yang mampu membaca dinamika pasar di tempatnya bertugas.

Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang logistik pangan ini diharapkan dapat memainkan peran kunci, terutama dalam menyerap hasil panen dan menjaga stabilitas harga di tingkat petani maupun konsumen.

“Cara pandang kita dalam mengelola potensi sektor pertanian, harus diperbaharui. Sehingga, Asta Cita Presiden Prabowo di sektor ketahanan pangan akan memberikan kemaslahatan bagi jutaan petani yang ada di negara ini,” kata Ketua Panitia Kerja Penyerapan Gabah dan Jagung Komisi IV DPR, Alex Indra Lukman merespon rencana Pemerintah yang akan bangun 25 Ribu Gudang Sementara di Desa untuk Tampung Panenan Petani yang dikutip Kamis (29/5/2025).

Politisi dari PDI Perjuangan ini mengatakan, pembangunan gudang dengan daya tahan 5-10 tahun yang diwacanakan Presiden Prabowo  sebagaimana diungkapkan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dimaksudkan sebagai solusi jangka pendek untuk menampung hasil panen yang terus meningkat.  

Saat ini,  stok cadangan beras Pemerintah melimpah bahkan mencatatkan rekor tertinggi dalam 57 tahun terakhir dengan angka 3,502.895 ton untuk penyerapan periode Januari-Mei 2025. 

Baca juga : Kepala BPJPH Dorong Harmonisasi Standar Halal Global di Forum Bank Dunia

Dijelaskan Alex, merujuk Keputusan Presiden No 29 Tahun 2000, Bulog mempunyai tugas melaksanakan tugas umum pemerintahan dan pembangunan di bidang manajemen logistik melalui pengelolaan persediaan, distribusi dan pengendalian harga beras serta usaha jasa logistik. 

“Hari ini, sebagian tugas itu telah dilaksanakan dengan baik oleh Bulog. Gabah petani telah diserap dengan harga wajar. Stok beras juga telah mencatatkan rekor tertingginya sepanjang sejarah,” terangnya. 

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pangan, Pudji Ismartini menilai, harga beras tidak bisa dibiarkan terus bergerak naik. Harga beras mesti segera diiintervensi alias dijinakan.   

Pada Rabu (28/5/2025), Panel Harga Badan Pangan mencatat, harga rata-rata beras nasional di tingkat eceran sudah mencapai Rp13.805 per kg. Harga ini lebih tinggi 10,44% di atas HET. Data diakses pukul 13.05 WIB. Sementara harga beras premium lebih mahal 4,87% dari HET, tercatat berada di Rp15.626 per kg. Sedangkan harga beras SPHP, sudah 1,01% di atas HET, dilaporkan ada di Rp12.626 per kg.

Adsense

“Di titik ini lah, intiusi bisnis top manejer Bulog diperlukan. Sehingga, ketika terjadi gejolak harga beras, pilihan untuk menjinakannya bukan lah sebuah opsi,” tegasnya.

Baca juga : PPI Jepang Minta Pemerintah Indonesia Aktif Perkuat Hubungan Bilateral

Penting diingat, bahwa beras merupakan komoditi yang gampang rusak. Durasi waktu penyimpanan, akan sangat memengaruhi kualitas. 

“Bulog harus segera merumuskan aliran keluar dan masuk beras dengan lebih terencana. Dengan begitu, harga di tingkat petani selalu terjaga, kebutuhan pangan nasional juga bisa terpenuhi,” tegasnya.

Selain itu, Alex menilai, membangun gudang baru untuk menjawab kebutuhan Bulog, bukanlah pilihan bijak. 

Karena, keberadaan sebuah gudang baru, akan disertai berbagai komponen biaya yang bersifat tetap. Artinya, ini akan bertentangan dengan semangat efesiensi yang diwacanakan pemerintah. 

Pemasok Beras Dunia

Baca juga : Hadapi Idul Adha, DPR Minta Kementan Awasi Kesehatan Hewan Kurban

Wakil Ketua Komisi IV DPR ini meminta, jajaran Kementrian Pertanian untuk segera merumuskan peta jalan Indonesia jadi lumbung beras dunia. 

Dengan lahan pertanian yang sangat luas serta faktor musim yang tak dimiliki negara lain, urai Alex, target itu bukan lah sebuah hal yang sukar  diwujudkan. 

Terlebih, berbagai inovasi di bidang pertanian telah dilahirkan petani Indonesia, salah satunya dari Sumatera Barat. Yakni pola bertanam dengan metode “Sawah Pokok Murah.” Metode bertanam padi dengan menekan biaya produksi hingga ke angka sangat minimalis. 

“Peta jalan jadi lumbung beras dunia ini, mesti didukung riset berkelanjutan terhadap berbagai inovasi yang telah sukses dilakukan petani,” tegas Alex. 

“Kita semua harus terus berkolaborasi, baik Pemerintah, dunia usaha dan perguruan tinggi. Kami di DPR tentu akan mendukungnya secara penuh,” tutup Alex

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense