BREAKING NEWS
 

Dari Diskusi Transformasi Digital Untuk Pelayanan Masyarakat

Anggota Dewan Puji Konsep Police Point Zero

Reporter : HAIKAL AMIRULLAH
Editor : AULIA DARWIS
Jumat, 20 Juni 2025 07:10 WIB
Anggota Komisi III DPR Nasir Djamil. (Foto: Dok. DPR RI).

RM.id  Rakyat Merdeka - Kalangan Senayan mendorong Korps Lalu Lintas Polri melakukan transformasi digital guna mewujudkan pelayanan publik yang lebih cepat, tertib, efektif dan efisien. Transformasi digital ini juga dalam rangka menekan angka kecelakaan lalu lintas di Indonesia yang masih terbilang tinggi.

Anggota Komisi III DPR Nasir Djamil mengatakan, kualitas suatu negara dapat dilihat dari perilaku masyarakatnya di jalan raya. Jika lalu lintasnya tertib, para pengendaranya disiplin, itu menunjukkan cerminan suatu negara yang berkualitas.

“Sayangnya di negeri ini, masih banyak yang memilih jalan pintas, tidak tertib, bahkan ada istilah ‘SIM (Surat Izin Mengemudi) tembak’,” kata Nasir Djamil dalam diskusi bertajuk Transformasi Digital Korlantas: Menjawab Tantangan Pelayanan Modern untuk Masyarakat, di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (19/6/2025).

Baca juga : Waskita Karya Kini Lebih Selektif Pilih Proyek Baru

Nasir lalu menyoroti jumlah kecelakaan lalu lintas yang masih cukup tinggi. Data dari Korlantas Polri menunjukkan angka kecelakaan pada tahun 2024 meningkat hampir delapan kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

“Nah, ini harus menjadi perhatian serius. Jangan sampai kita mengalami ‘kecelakaan kebijakan’ karena abai terhadap kondisi di lapangan,” tegasnya.

Karena itu, Nasir mendukung kebijakan Korlantas Polri menghadirkan konsep digitalisasi ‘Police Point Zero’ sebagai bentuk pelayanan prima kepada masyarakat. Digitalisasi di bidang lalu lintas bukan hanya untuk efisiensi, tapi juga meningkatkan keselamatan pengguna jalan.

Baca juga : Kawasan Industri Ingin Gas Murah Dan Kompetitif

“Transformasi digital penting untuk membentuk wajah baru kepolisian lalu lintas. Kalau ‘rupa’-nya buruk, bukan hanya cermin kita yang retak, tapi juga bisa merusak cermin orang lain. Maka perlu perubahan yang sungguh-sungguh untuk menghadirkan layanan yang lebih baik,” bilang Nasir.

Anggota Fraksi PKS ini juga menyoroti berbagai faktor lain yang memperparah kondisi lalu lintas di Indonesia. Di antaranya meningkatnya jumlah kendaraan, minimnya infrastruktur jalan, serta kurangnya koordinasi antarinstansi dalam pembangunan dan perbaikan jalan.

“Ruas jalan tidak bertambah signifikan, tapi kendaraan bermotor terus masuk. Itu karena ada ‘cuan’ di baliknya. Pemerintah perlu berpikir ulang soal kebijakan industri otomotif dan perencanaan infrastruktur,” kata dia.

Baca juga : Buka 24 Jam, Taman Diisi Acara Seni Dan Literasi Dong

Karenanya, dia berharap ada keterbukaan informasi dari Korlantas dan instansi terkait mengenai data kecelakaan dan upaya penanggulangannya. Selain itu, Pemerintah juga perlu memberikan arah yang lebih jelas dalam pembangunan nasional, termasuk dalam penanganan masalah lalu lintas.

Adsense

“Semoga ke depan, dengan adanya keterbukaan dan transformasi digital, kita bisa menghadirkan masyarakat yang lebih tertib di jalan raya, sebagai cerminan bangsa yang berkualitas,” tambahnya.

Sementara, Kepala Bagian Operasional (Kabagops) Korlantas Polri Kombes Aries Syahbudin menegaskan, transformasi digital dilakukan dalam mendukung pelayanan lalu lintas yang aman, tertib, lancar, dan bebas dari praktik korupsi.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense