BREAKING NEWS
 

Legislator PDIP Desak Tindak Tegas Pelaku Beras Oplosan

Reporter : MENTARI KUSUMA W
Editor : FAQIH MUBAROK
Rabu, 6 Agustus 2025 16:57 WIB
Anggota Komisi l DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Junico Siahaan. Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - Anggota Komisi l DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Junico Siahaan, angkat suara terkait maraknya kasus beras oplosan yang kembali mencuat ke permukaan.

Dia menyatakan keprihatinan mendalam atas temuan 132,65 ton beras oplosan yang berhasil diamankan oleh aparat kepolisian, serta penetapan tiga direksi PT. Food Station sebagai tersangka.

Menurutnya, praktik pengoplosan beras bukan sekadar pelanggaran hukum biasa, melainkan bentuk nyata kejahatan terstruktur yang merugikan rakyat dan mencederai kepercayaan publik terhadap negara.

Baca juga : Kilang Pertamina Tancap Gas Dukung Energi Ramah Lingkungan

"Produksi beras premium tapi tak memenuhi standar? Ini penghinaan bagi konsumen dan negara! Saya mendesak pemerintah memperkuat pengawasan barang konsumsi pokok, menindak tegas pelaku beras oplosan, dan memperbaiki sistem distribusi agar rakyat tak lagi dirugikan. Negara tidak boleh kalah dari gerombolan yang menghina dan merugikan rakyat," kata Junico, dalam keterangan kepada wartawan, Rabu (6/78/2025).

Adsense

Junico menilai, nilai kerugian sebesar Rp 99,35 triliun yang disebabkan oleh praktik beras oplosan bukan sekadar angka kosong. Tapi merupakan simbol dari penderitaan rakyat yang sehari-harinya berjuang memenuhi kebutuhan pangan dasar.

"Pelaku harus dihukum seberat-beratnya. Rp 99,35 Triliun bukan hanya nominal kosong, tapi itu adalah jerih payah rakyat untuk makan sehari-hari, dan kini piringnya dikotori oleh gerombolan tidak bertanggung jawab," sambungnya.

Baca juga : Kemendagri Dorong Pemprov Papua Tengah Tingkatkan Penyerapan APBD TA 2025

Junico mendesak agar Pemerintah tidak ragu mengambil langkah hukum yang paling keras, sekaligus memperkuat sistem pengawasan dari hulu ke hilir dalam industri pangan.

Dia juga meminta aparat penegak hukum untuk tidak segan membongkar jaringan mafia pangan yang telah merusak sendi-sendi keadilan ekonomi. Serta mengajak masyarakat ikut mengawasi dan melaporkan jika menemukan indikasi kecurangan serupa.

"Pemberantasan mafia pangan bukan hanya soal perlindungan konsumen, tetapi juga soal kehormatan negara dalam menjaga martabat rakyatnya," tuntasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense