BREAKING NEWS
 

Rencana Penerapan Payment ID

Legislator Minta Jaminan Perlindungan Data Pribadi

Reporter : PAUL YOANDA
Editor : AULIA DARWIS
Selasa, 12 Agustus 2025 07:35 WIB
Anggota Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR Bertu Merlas.

 Sebelumnya 
Pertama, perbaikan sistem pajak dengan memberikan kompensasi otomatis. Kedua, penundaan Payment ID hingga infrastruktur keamanan data benar-benar siap. Ketiga, penerapan model pelaporan berkala bukan pelaporan per transaksi.

Dia bilang, Pemerintah harus belajar dari penerapan hal tersebut dari negara lain.

“Insentif, bukan paksaan, perlindungan, bukan eksploitasi. Komisi I DPR akan terus mengawal isu ini untuk memastikan hak warga terlindungi,” tegas politikus PDI Perjuangan itu.

Baca juga : Menkop: Senjata Ampuh Bangun Ekonomi Lokal

Kebijakan pelaporan dalam transaksi keuangan, lanjutnya, bukan hal baru dan sudah diterapkan di beberapa negara. Australia dan beberapa negara lain, pelaporan setiap pembelian memang ada, tetapi disertai kompensasi nyata seperti pengembalian pajak atau tax refund sebesar 10-15 persen.

“Sistem kita belum siap memberikan penghargaan serupa kepada wajib pajak,” ujarnya.

Politikus asal daerah pemilihan Banten II itu memaparkan alasan utama terkait usulannya. Pertama, sistem perpajakan Indonesia dinilai belum mampu memberikan insentif memadai. Data Direktorat Jenderal Pajak mencatat hanya 16,5 juta wajib pajak aktif dari total 275 juta penduduk.

Baca juga : Mendagri Nasihatin Pemda

Kedua, infrastruktur digital Indonesia masih rentan. Menurut Indonesia Data Protection Authority, sepanjang 2023-2024 terjadi 3.814 kasus kebocoran data. Ketiga, perlindungan hukum bagi korban kebocoran data dinilai belum memadai.

Dia mencontohkan kasus kebocoran data Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan 2023 yang menimpa 279 juta orang, tapi tidak disertai kompensasi memadai bagi korban. PYB

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 3, edisi Selasa, 12 Agustus 2025 dengan judul "Rencana Penerapan Payment ID Legislator Minta Jaminan Perlindungan Data Pribadi"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense