RM.id Rakyat Merdeka - Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Budi Sulistyono alias Kanang, menilai, langkah Pemerintah membuka kran impor gula berpotensi merugikan petani atau kelompok petani tebu lokal. Apalagi di tengah meningkatnya produksi gula nasional.
Kanang meminta, Pemerintah, melalui Kementerian Perdagangan, harus lebih bijak mengatur arus impor gula. Dia mengingatkan, pembebasan impor tanpa pengawasan, berisiko merusak harga di tingkat petani dan mengancam ketahanan pangan nasional di bidang gula.
"Pembebasan impor gula ini mengkhawatirkan. Jika kran impor dibuka selebar-lebarnya, tentu petani yang dirugikan," ungkap Kanang dalam keterangannya, Rabu (27/8/2025).
Baca juga : Di Sekolah Virtual Kebangsaan LDII, Dahnil Ingatkan Ancaman Kedaulatan Bangsa
Dia menyarankan, Pemerintah untuk mengurangi, bahkan menghentikan impor gula, setidaknya sampai seluruh tebu rakyat terserap habis.
"Kalau beras bisa diatur dengan HET dan Bulog dilibatkan, seharusnya gula pun bisa diperlakukan setara. Dengan begitu, petani tebu tidak terus dirugikan," imbuhnya.
Dalam menghadapi situasi ini, dia menawarkan beberapa solusi strategis. Salah satu langkah utama yang perlu dilakukan Pemerintah adalah mengutamakan penyerapan gula petani lokal, memperkuat tata kelola distribusi, serta memberikan perlindungan harga.
Baca juga : Sekjen Gerindra Ingatkan Bupati Sudewo, Jangan Bebani Warga
"Kita harus perkuat serapan hasil tebu dari petani dalam negeri. Jangan sampai stok petani menumpuk karena kalah saing dengan gula impor. Ini soal keberpihakan dan keberlangsungan hidup petani kita," tuturnya.
Selain itu, Kanang mendorong adanya mekanisme kuota impor yang fleksibel dan berbasis data lapangan sehingga kebijakan perdagangan tidak merugikan produsen guka dalam negeri.
"Jangan sampai ada keputusan politik yang bertentangan dengan realitas produksi. Kalau produksi kita melimpah, ya hentikan dulu impornya. Kalau produksi menipis, baru kita evaluasi. Itu logika yang adil dan berpihak," tegas mantan Bupati Ngawi dua periode itu.
Baca juga : Ketua DPD Ingatkan Daerah Jadi Garda Terdepan Wujudkan Asta Cita Prabowo
Dalam kesempatan lain, politisi PDI Perjuangan Rieke Diah Pitaloka juga menjelaskan praktik gula rafinasi disulap menjadi gula yang layak untuk dikonsumsi.
"Larangan gula rafinasi ini juga bisa melindungi petani tebu," ungkap Oneng, sapaan akrabnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.