BREAKING NEWS
 

Peringatan Maulid Nabi

Ibas: Peradaban Akhlak Dukung Indonesia Maju Dan Bersatu

Reporter & Editor :
SRI NURGANINGSIH
Rabu, 17 September 2025 20:54 WIB
Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono (kedua kiri) di acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. (Foto: Dok. MPR RI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Ketua MPR RI dari Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas/EBY), menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi menjadi momen penting mengajak bangsa Indonesia kembali membangun peradaban berlandaskan akhlak, persatuan, dan kemajuan.

Dalam sambutannya, Ibas mengajak seluruh elemen bangsa untuk meneladani Rasulullah SAW dalam menciptakan masyarakat yang berkeadaban dan berkepribadian luhur.

Hal ini disampaikan Edhie Baskoro dalam agenda perayaan Maulid Nabi sebagai Inspirasi Peradaban Akhlak, Persatuan & Kemajuan yang digelar di Jakarta, bersama para ulama, pengasuh pondok pesantren, santri, dan tokoh masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia.

Ibas mengatakan, Maulid Nabi sebagai inspirasi peradaban akhlak, persatuan, dan kemajuan adalah ajakan untuk kembali ke jati diri bangsa: berakhlak, bersatu, dan maju bersama.

Ia mengutip firman Allah dalam Al-Qur’an: “Laqad kāna lakum fī Rasūlillāhi uswatun ḥasanah” “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu teladan yang baik bagimu…” (QS. Al-Ahzab: 21).

Menurutnya, keteladanan Rasulullah harus menjadi fondasi utama dalam membangun masyarakat.

Baca juga : Karya Peradaban Islam: Observatorium

“Rasulullah membangun Madinah bukan dengan kekuasaan, tapi dengan keteladanan," ujar Ibas dalam keterangan tertulisnya, Rabu (17/9/2025).

Ibas juga menegaskan pentingnya revolusi akhlak di seluruh aspek kehidupan: “Dari ruang kelas sampai ruang kekuasaan, dari pasar umum sampai gedung parlemen," tuturnya.

Ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk saling mendukung dan bersatu:

“Kita akan bisa lebih maju jika bersatu. Ulama, umara, santri, rakyat—semua saling topang, saling doa, dan saling jaga,: ujarnya.

Adsense

Sebagai wakil rakyat, Ibas juga menyampaikan sejumlah program yang terus ia kawal, seperti : Beasiswa Santri (PIP), digitalisasi pesantren, dan penguatan kurikulum diniyah dan vokasi.

Ia juga mendorong pendirian Kementerian Haji dan Umrah, serta memperjuangkan program makan bergizi gratis untuk anak-anak sekolah dan santri.

Baca juga : Hadiri Maulid Nabi, Ibas: Akhlak Rasulullah Harus Jadi Fondasi Pembangunan

Selain itu, Ibas menegaskan komitmennya dalam memperjuangkan tunjangan dan sertifikasi bagi guru ngaji, guru madrasah, dan guru pesantren, termasuk program P3K dan pengangkatan guru honorer.

Menutup sambutannya, Ibas menyerukan pentingnya sinergi menuju Indonesia Emas 2045.

“Kalau kita kompak dan serius bangun bersama, maka tiga fondasi Indonesia Emas 2045 harus kita kawal, yakni demokrasi yang berakhlak, aspirasi yang menyatukan bukan memecah serta nilai kebangsaan yang ditanam sejak dini," ujarnya. 

Ia mengutip hadis: “Khairun naas anfa’uhum linnaas” “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” (HR. Ahmad, Thabrani, dan Daruquthni) “Mari kita satukan langkah, jaga ukhuwah, dan perkuat persaudaraan kebangsaan,” tutup Ibas.

Sementara itu, Pimpinan Pesantren Modern Darussalam Gontor, KH. Hasan Abdullah Sahal, menanggapi sambutan Ibas dengan menegaskan bahwa yang paling penting dalam membangun peradaban adalah keteladanan, kepercayaan, kebersamaan, dan barokah.

“Semua yang disampaikan Mas Ibas tidak ada yang salah. Tinggal kita pastikan kolaborasi bersama dengan kompak untuk akhlak yang lebih baik,” ujarnya.

Baca juga : Karya Peradaban Islam: Optik

Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat Nanang Samodra turut menyoroti tantangan era digital terhadap karakter santri, dan pentingnya keterlibatan orang tua serta guru dalam pembinaan.

“Pesantren harus didukung, baik dari sisi pendanaan maupun pembinaan karakter di era digital,” katanya.

Dalam agenda ini, Ibas didampingi oleh segenap anggota Komisi VIII Fraksi Partai Demokrat, Achmad, Nanang Samodra dan Zulfikar Achmad.

Turut hadir pula para pimpinan pondok pesantren dari berbagai daerah, antara lain KH. Hasan Abdullah Sahal dari Pesantren Modern Darussalam Gontor Ponorogo, H. Saroni, Lc dari Pesantren Modern Arrisalah Ponorogo, dan H. Hammam Fathulloh dari Pesantren Al Fattah Kikil Arjosari Pacitan, serta sejumlah tokoh pesantren lainnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense