RM.id Rakyat Merdeka - Anggota DPR Martin Manurung mendorong pemerintah menetapkan status bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera sebagai bencana nasional.
Langkah ini dinilai penting untuk memutus “lingkaran setan” sulitnya penanganan bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Martin menilai penanganan bencana di Sumatera, khususnya Sumut, saat ini terjebak dalam rangkaian persoalan yang saling terkait dan saling memperparah situasi.
Akibatnya, proses penanganan menjadi lambat dan tidak ada solusi cepat. Ia mencontohkan kasus penjarahan toko yang terjadi karena korban bencana kehabisan bahan makanan.
Baca juga : Martin Manurung Centre Salurkan Bantuan Logistik untuk Korban Banjir Sumut
Kondisi ini dipicu terhambatnya distribusi logistik akibat jalan terputus, truk pengangkut kekurangan BBM, serta jaringan telekomunikasi yang padam.
Jaringan telekomunikasi putus karena infrastruktur rusak dan listrik PLN tidak menyala. Di sisi lain, pemulihan jaringan listrik belum dapat dilakukan karena banyak jalan masih tertutup longsor, sehingga menghambat mobilisasi material perbaikan.
Pembukaan jalan pun terhambat akibat minimnya alat berat dan kelangkaan BBM. Sementara distribusi BBM sendiri terganggu oleh banjir dan longsor.
Martin menegaskan, rantai persoalan tersebut harus segera dihentikan melalui penanganan terpadu yang dipimpin langsung pemerintah pusat.
Baca juga : Polairud Polda Metro Jaya Gelar Doa Bersama untuk Korban Bencana di Sumatera
Ia menilai kompleksitas masalah, luasnya wilayah terdampak, serta keterbatasan pemerintah daerah menjadi alasan kuat penetapan status bencana nasional.
"Kita berkejaran dengan waktu. Korban membutuhkan pasokan logistik. Dengan ditetapkannya status bencana nasional, lingkaran setan tadi bisa diputus dan penanganan bisa dilakukan secara terpadu," ujar Martin, Senin (1/11/2025).
Dengan status tersebut, pemerintah pusat dapat mengambil alih komando dan mengkoordinasikan seluruh pihak untuk mempercepat penanganan.
"Penanganan terpadu adalah kunci percepatan penanganan bencana ini," tegasnya.
Baca juga : Sigap Tanggap Darurat, Pemerintah Rancang Rehabilitasi Dan Rekonstruksi Sumatera
Martin juga menyoroti persoalan pasokan BBM. Ia meminta pemerintah pusat melalui kementerian/lembaga terkait dan Pertamina untuk mempercepat distribusi BBM, terutama di jalur distribusi logistik dan wilayah terdampak.
“Di daerah pendukung yang berada di sekitar wilayah terdampak dan di jalur distribusi, pasokan BBM harus tersedia, terutama solar. Bagaimana truk logistik mau jalan kalau solar langka?” ujarnya.
Ia menambahkan, alat berat yang membuka jalan dan memperbaiki infrastruktur dasar juga harus dipastikan mendapatkan suplai BBM yang memadai.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.