BREAKING NEWS
 

Komisi IX DPR Dukung Pemerintah Fokus Penuhi Tenaga Medis Spesialis

Reporter : MENTARI KUSUMA W
Editor : FAQIH MUBAROK
Selasa, 20 Januari 2026 08:41 WIB
Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PDIP Edy Wuryanto. Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PDIP Edy Wuryanto menyarankan agar Pemerintah tidak hanya terpaku pada penambahan jumlah dokter umum, melainkan lebih fokus pada pemenuhan tenaga spesialis.

Menurutnya, kebutuhan di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) sudah sangat mendesak.

"Yang paling mendesak justru pendidikan tenaga medis level spesialis. Kita butuh pembukaan program pendidikan dokter spesialis, baik berbasis universitas maupun rumah sakit pendidikan, terutama untuk menjawab kebutuhan di daerah 3T," ungkap Edy dalam keterangannya, Selasa (20/1/2025).

Baca juga : Pemerintah Siapkan Jurus Selamatkan Lima Industri

Selain masalah spesialisasi, Edy menyoroti risiko kapitalisasi pendidikan kedokteran jika penambahan Fakultas Kedokteran (FK) baru tidak disertai intervensi biaya oleh negara.

Adsense

Dia khawatir, pendidikan kedokteran hanya akan menjadi konsumsi masyarakat kelas atas karena biayanya yang sangat mahal.

"Kalau FK terus ditambah tapi biaya kuliahnya mahal, kita sedang menciptakan ketidakadilan baru. Anak-anak dari keluarga tidak mampu akan makin sulit menjadi dokter," ujarnya.

Baca juga : Kasus Pemerasan RPTKA, Eks Sekjen Kemenaker Diduga Menerima Uang

Politisi PDI Perjuangan ini mengapresiasi langkah Presiden Prabowo yang menambah anggaran riset hingga Rp 4 triliun. Namun dia juga mendorong agar alokasi beasiswa kedokteran bagi keluarga tidak mampu juga ditingkatkan secara signifikan.

Edy menegaskan bahwa rasio dokter nasional tidak akan pernah ideal jika akses pendidikan tetap eksklusif dan mahal.

"Rasio dokter tidak akan tercapai kalau akses masuk pendidikan kedokteran tidak diperluas. Tugas pemerintah adalah memastikan biaya kuliah terjangkau dan beasiswa tersedia bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu yang ingin menjadi dokter," tuturnya.

Baca juga : Presiden Prabowo Dukung Sasakawa Foundation Berantas Kusta Di Indonesia

Komisi IX DPR RI berkomitmen untuk terus mengawal kebijakan ini agar tercipta keseimbangan antara kuantitas, kualitas, pemerataan distribusi, hingga keadilan akses bagi seluruh anak bangsa.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense