Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Negosiasi Tarif AS-RI Dikebut
Pemerintah Siapkan Jurus Selamatkan Lima Industri
Sabtu, 17 Januari 2026 06:45 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah Indonesia terus mengintensifkan negosiasi dengan Amerika Serikat (AS) untuk menghindari pengenaan tarif perdagangan tinggi atau tarif resiprokal yang diberlakukan Presiden AS Donald Trump. Meski sejumlah sektor usaha dinilai tetap berisiko terkena bea masuk tinggi.
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, Pemerintah masih berupaya menurunkan tarif dagang AS terhadap Indonesia yang sebelumnya sebesar 32 persen menjadi 19 persen.
Kendati demikian, terdapat lima sektor usaha yang dinilai sulit terhindar dari tarif tinggi tersebut, yakni tekstil, produk tekstil, sepatu, garmen dan elektronik.
Airlangga mengatakan, kondisi tersebut telah dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto. Kepala Negara telah memerintahkan penyusunan peta jalan sebagai solusi, agar lima sektor tersebut tetap bertahan di tengah tekanan tarif tinggi.
Baca juga : NasDem Dorong Agar Masa Pendidikan Bisa Dipangkas
“Terhadap industri ini Bapak Presiden minta defensif posisi kita seperti apa. Termasuk untuk mencarikan pasar-pasar yang baru. Salah satunya kan dari perjanjian kerja sama komprehensif RI-Uni Eropa (EU CEPA) itu, tapi masih efektif di tahun 2027,” kata Airlangga seperti keterangan di Jakarta, Jumat (16/1/2026).
Menurutnya, Pemerintah telah menyiapkan roadmap untuk meningkatkan ekspor sektor terdampak.
“Karena itu, Pemerintah sudah membuat roadmap untuk meningkatkan ekspor dari 4 miliar dolar AS naik ke 40 miliar dolar AS dalam 10 tahun dan bagaimana pendalaman dari value chain dari industri tekstil,” tutur Airlangga.
Sebelumnya, Airlangga mengungkapkan hasil perundingan dengan Ambassador United States Trade Representative (USTR) Jamieson Greer yang telah menyepakati tenggat waktu penyelesaian negosiasi tarif dagang Indonesia-AS. Salah satu kesepakatannya adalah percepatan penyusunan draf perjanjian tarif hingga 2026.
Baca juga : Tiga Ribu Kader Banteng Lompat Pagar Ke Golkar
“Sebelum akhir Januari akan disiapkan dokumen kesepakatannya dan akan ditandatangani resmi,” kata Airlangga, Selasa (23/12/2025).
Kesepakatan perdagangan yang sebelumnya menurunkan tarif resiprokal AS dari 32 persen menjadi 19 persen akan ditandatangani langsung oleh presiden kedua negara.
Sementara, Duta Besar Indonesia untuk AS Dwisuryo Indroyono Soesilo mengatakan, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Washington DC tengah melakukan persiapan intensif menjelang kunjungan Presiden Prabowo Subianto pada akhir Januari 2026.
“Kami dari kedutaan menghitung hari untuk persiapan kunjungan Bapak Presiden yang diadakan pada akhir Januari tahun 2026. Sambil menunggu instruksi dari Jakarta, agar kami mulai bersiap-siap,” ujar Dubes Dwisuryo.
Baca juga : Kasus Pemerasan RPTKA, Eks Sekjen Kemenaker Diduga Menerima Uang
Dia berharap, hasil negosiasi tarif dagang tersebut dapat segera diimplementasikan setelah penandatanganan resmi dilakukan. “Mudah-mudahan semuanya bisa berjalan lancar dan insya Allah nanti kesepakatan yang telah disepakati bisa langsung diimplementasikan,” ujarnya.
“Karena memang tugas dari perwakilan kita di Amerika Serikat adalah mengimplementasikan perjanjian yang akan ditandatangani itu,” pungkasnya. NOV
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 8, edisi Sabtu, 16 Januari 2026 dengan judul "Dubes Pakistan Zahid Chaudhri Bertemu Menkes dan Jajaki Kerja Sama Kesehatan"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya