RM.id Rakyat Merdeka - Anggota DPR Nyoman Parta mengharapkan masyarakat Bali menjauhkan diri dari praktik rasisme, khususnya terhadap warga pendatang yang ke Pulau Dewata untuk bekerja.
Ia menyebut, aksi rasisme kerap muncul akibat ulah oknum pendatang yang terlibat kriminalitas, membuat keonaran, dan mengganggu ketertiban masyarakat lokal.
Kondisi ini melahirkan istilah-istilah bernuansa rasis seperti “nas berit” dan “dauh tukad” untuk menyebut pendatang berdasarkan ciri fisik atau wilayah asal.
Baca juga : Pelita Air Rampungkan Reaktivasi Bandara Pinang Kampai Dumai
Bahkan, sejumlah banjar atau desa adat dilaporkan secara informal mengambil langkah tegas dengan melarang pemilik kos, kontrakan, dan pelaku usaha menerima kelompok tertentu.
Sikap ini diambil karena sebagian oknum pendatang dianggap kerap membuat keonaran di wilayah adat.
Masyarakat adat menilai keonaran tersebut sebagai tindakan “mengotori wilayah adat” yang harus disucikan kembali melalui upacara adat, yang membutuhkan waktu dan biaya tidak sedikit.
Baca juga : Bansos Kuartal I Siap Disalurkan, Stok Beras Dijamin Tetap Aman
Nyoman Parta menilai penggunaan istilah seperti “dauh tukad” dan “nas berit” dapat memperkuat sentimen xenofobia di Bali.
Ia mengakui kegelisahan masyarakat Bali terhadap dampak negatif dari oknum pendatang, namun menegaskan bahwa rasisme bukanlah solusi.
“Siapa pun boleh datang ke Bali, namun harus ikut menjaga dan menghormati nilai-nilai budaya dan keluhuran Bali. Saya mengajak masyarakat agar tidak menggunakan istilah rasis, itu tidak produktif,” ujar Parta, Senin (16/2/2026).
Baca juga : Pertamina Kembangkan Biorefinery Cilacap Olah Jelantah Jadi Bioavtur
Ia juga meminta tokoh masyarakat pendatang untuk ikut mengawasi warganya yang merantau ke Bali.
Menurutnya, mereka perlu diberi pemahaman tentang budaya dan nilai lokal agar tidak mencederai masyarakat Bali yang selama ini menjaga kesucian wilayahnya.
"Untuk tokoh warga pendatang, agar mengawasi warganya. Jangan dilepas begitu saja, berikan mereka pemahaman,” pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.