BREAKING NEWS
 

Gandung Pardiman Apresiasi Penundaan Impor Mobil Niaga untuk Kopdes Merah Putih

Reporter : AHMAD LATHIF ROSYIDI
Editor : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Selasa, 24 Februari 2026 11:40 WIB
Foto: DPR.

RM.id  Rakyat Merdeka - Anggota DPR RI Gandung Pardiman mengapresiasi langkah pemerintah menunda rencana impor 105.000 unit mobil niaga senilai sekitar Rp 24 triliun oleh PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) untuk operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih).

Ia menilai, kebijakan tersebut perlu dikaji ulang agar sejalan dengan program strategis nasional dan keberpihakan terhadap industri otomotif dalam negeri.

Gandung, yang juga anggota Komisi VII DPR dari Daerah Pemilihan Yogyakarta, menegaskan bahwa penguatan ekonomi desa melalui Kopdes Merah Putih harus didukung.

Namun, instrumen kebijakan yang dipilih harus tepat dan mendorong pertumbuhan industri nasional.

Baca juga : Hendri Satrio Apresiasi Niat Menkop Atur Ritel demi Koperasi Desa

“Pemerintah semestinya mengutamakan produk otomotif nasional yang sebenarnya sudah mampu memproduksi kendaraan niaga sendiri,” ujar Gandung, Selasa (24/2/2026).

Ia menyebut, sejumlah produsen otomotif yang telah memiliki kapasitas produksi kendaraan niaga di dalam negeri.

Di antaranya, PT Suzuki Indomobil Motor, PT Isuzu Astra Motor Indonesia, PT Krama Yudha Tiga Berlian Motor, PT SGMW Motor Indonesia (Wuling Motors), PT Sokonindo Automobile (DFSK), PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), dan PT Astra Daihatsu Motor.

Adsense

Menurutnya, penundaan impor juga penting untuk mengonsolidasikan kembali model bisnis Kopdes Merah Putih agar lebih kuat, profesional, dan berkelanjutan.

Baca juga : Nurdin Halid: Impor 105 Ribu Kendaraan Niaga Harus Perkuat Industri Nasional

Model usaha koperasi, kata Gandung, harus dirancang agar benar-benar menguntungkan desa dan anggota koperasi, bukan sekadar menjadi pasar bagi produk impor.

Selain itu, Gandung mendorong pemerintah memanfaatkan momentum ini untuk mengintegrasikan kembali ekosistem industri otomotif nasional agar mampu memenuhi kebutuhan kendaraan niaga Kopdes Merah Putih.

Ia menilai, pabrikan nasional, industri komponen, serta lembaga pembiayaan perlu dirangkul dalam satu ekosistem kerja sama yang saling menguntungkan.

Ia juga mengingatkan bahwa belanja kendaraan dari industri dalam negeri berpotensi menggerakkan komponen lokal, seperti produsen sasis, karoseri, dan komponen pendukung lainnya yang menjadi tulang punggung industri otomotif nasional.

Baca juga : Ilham Permana: Pengadaan 105 Ribu Kendaraan Niaga Harus Berefek Ke Industri

Karena itu, Gandung mendorong pemerintah mengundang pelaku industri, asosiasi otomotif, dan dunia usaha untuk duduk bersama mencari formulasi kebijakan yang adil antara kepentingan program Kopdes Merah Putih dan keberlanjutan industri nasional.

Di akhir pernyataannya, Gandung menegaskan bahwa setiap kebijakan strategis yang menyangkut belanja besar negara harus berpedoman pada keberpihakan terhadap industri nasional, penguatan ekonomi rakyat, dan efisiensi anggaran.

“Produk dalam negeri harus menjadi pilihan utama sepanjang secara teknis dan ekonomis mampu memenuhi kebutuhan program pemerintah,” tegasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense