Dark/Light Mode

Ilham Permana: Pengadaan 105 Ribu Kendaraan Niaga Harus Berefek Ke Industri

Jumat, 20 Februari 2026 14:00 WIB
Foto: Instagram
Foto: Instagram

RM.id  Rakyat Merdeka - Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Ilham Permana, menilai kontrak pengadaan 105.000 kendaraan niaga senilai Rp 24,66 triliun untuk mendukung operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) harus dipandang sebagai kebijakan strategis yang berdampak luas terhadap struktur ekonomi nasional.

Pengadaan yang dijalankan PT Agrinas Pangan Nusantara itu melibatkan dua produsen otomotif asal India, yakni Mahindra & Mahindra sebanyak 35.000 unit dan Tata Motors sebanyak 70.000 unit. Dengan nilai kontrak mencapai Rp 24,66 triliun, proyek tersebut menjadi salah satu pengadaan kendaraan niaga terbesar dalam beberapa tahun terakhir.

Ilham menyatakan dukungannya terhadap upaya pemerintah memperkuat distribusi pangan desa melalui program Koperasi Merah Putih. Menurut dia, percepatan konektivitas logistik di tingkat desa merupakan langkah penting untuk memangkas rantai pasok serta meningkatkan kesejahteraan petani dan pelaku usaha kecil.

Namun demikian, ia menegaskan, dalam skala anggaran sebesar itu, belanja negara tidak boleh dipandang semata-mata sebagai transaksi pengadaan barang. Pengeluaran publik, terutama yang bersumber dari dana negara dalam jumlah besar, seharusnya dirancang untuk memberikan dampak struktural bagi perekonomian nasional.

Baca juga : Komisi VII DPR Minta Pengadaan Kendaraan Kopdes Pakai Produk RI

“Setiap rupiah belanja negara harus memberi nilai tambah jangka panjang. Pengadaan ini harus dilihat sebagai kesempatan untuk memperkuat fondasi industri kita, bukan hanya memenuhi kebutuhan logistik sesaat,” ujar Ilham di Jakarta, Jumat (20/2/2026).

Menurut Ilham, sektor otomotif memiliki keterkaitan luas dengan berbagai subsektor manufaktur, mulai dari industri logam dasar, komponen mesin, ban, kaca, dan kabel, hingga industri kecil dan menengah yang menjadi bagian dari rantai pasok. Karena itu, keputusan pengadaan kendaraan dalam skala besar berpotensi memengaruhi tingkat utilisasi pabrik, keberlangsungan tenaga kerja, serta penguatan ekosistem industri secara keseluruhan.

Ia menambahkan, kebijakan pengadaan pemerintah pada prinsipnya telah diatur dalam kerangka penggunaan Produk Dalam Negeri sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2014 dan Peraturan Presiden Nomor 46 Tahun 2025. Regulasi tersebut, menurutnya, tidak hanya mengatur aspek administratif, tetapi juga mencerminkan arah kebijakan industrialisasi nasional yang menempatkan belanja pemerintah sebagai instrumen penguatan daya saing dalam negeri.

Ilham berpandangan ruang kebijakan masih terbuka untuk memastikan setiap proyek strategis pemerintah selaras dengan tujuan jangka panjang pembangunan industri. Transformasi ekonomi, kata dia, tidak akan tercapai apabila belanja negara tidak dirancang untuk memperluas dampak ekonomi domestik.

Baca juga : Trump Puji Rencana Pengiriman TNI ke Gaza: Untuk Perdamaian Berkelanjutan

“Program Koperasi Merah Putih adalah bagian dari penguatan ekonomi desa. Pada saat yang sama, kita harus memastikan kebijakan ini juga memperkuat struktur industri nasional. Penguatan desa dan penguatan industri seharusnya berjalan beriringan,” katanya.

Ilham menekankan arah kebijakan tersebut sejalan dengan komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam mendorong kemandirian ekonomi dan memperkuat basis produksi nasional. Dalam pandangannya, pengadaan kendaraan koperasi dapat menjadi contoh bagaimana kebijakan sektoral di tingkat desa sekaligus menjadi bagian dari strategi industrialisasi yang lebih luas.

Sebagai anggota Komisi VII DPR RI yang membidangi perindustrian, Ilham memastikan pihaknya akan terus mencermati implementasi kebijakan tersebut agar berjalan efektif, transparan, dan memberikan manfaat optimal bagi perekonomian nasional.

“Keberhasilan program ini bukan hanya diukur dari jumlah kendaraan yang beroperasi di desa, tetapi juga dari sejauh mana kebijakan ini berkontribusi terhadap ketahanan dan daya saing industri Indonesia,” ujar Ilham.

Baca juga : Prabowo Minta TNI-Polri Perkuat Pengabdian dan Terus Perbaiki Diri

Sebelumnya, Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota mengatakan, sebagian kendaraan dalam kondisi utuh telah tiba di Indonesia dan segera dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan operasional koperasi desa, terutama dalam memperkuat rantai pasok pangan di tingkat lokal.

Agrinas menyatakan, pemilihan pabrikan asal India dilakukan dengan mempertimbangkan kapasitas produksi dalam skala besar, harga yang bersaing, serta kesiapan pengiriman unit dalam waktu relatif singkat sesuai kebutuhan program pemerintah.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.