BREAKING NEWS
 

Jalur Penerbangan Terdampak Perang

Senayan Minta Utamakan Keselamatan Penumpang

Reporter : PAUL YOANDA
Editor : AULIA DARWIS
Rabu, 4 Maret 2026 07:05 WIB
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Evita Nursanty.

RM.id  Rakyat Merdeka - Perkembangan situasi geopolitik antara Israel dan Iran yang berdampak pada penutupan sejumlah ruang udara internasional telah menyebabkan pembatalan dan pengalihan rute penerbangan di berbagai kawasan.

Kondisi ini memicu penumpukan penumpang di sejumlah bandara dan ketidakpastian perjalanan global, termasuk potensi dampaknya terhadap konektivitas Indonesia.

Baca juga : Beras AS Untuk Restoran Bukan Konsumsi Umum

"Saya memandang bahwa dalam situasi seperti ini pendekatan yang harus kita kedepankan adalah keselamatan, koordinasi yang solid, perlindungan penumpang, serta komunikasi publik yang transparan dan menenangkan. Keselamatan penerbangan adalah prioritas utama," kata Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Evita Nursanty, di Jakarta, Selasa (3/3/2026).

Setiap keputusan pengalihan rute, penundaan, maupun pembatalan penerbangan, lanjut Evita, harus sepenuhnya berbasis pada penilaian risiko dan standar keselamatan internasional. Tidak boleh ada kompromi terhadap aspek safety. Di sisi lain, perlindungan terhadap penumpang harus dilaksanakan secara maksimal.

Baca juga : Menteri Mukhtarudin Siapkan Skenario Evakuasi Bagi PMI

Maskapai dan pengelola bandara, tambah politisi PDIP ini, perlu memastikan layanan yang manusiawi, termasuk kemudahan rebooking tanpa beban tambahan dalam kondisi darurat, mekanisme refund yang jelas, serta penyediaan konsumsi dan akomodasi apabila terjadi keterlambatan berkepanjangan. Penumpang berhak mendapatkan kepastian, bukan kebingungan.

Adsense

"Saya juga mendorong pemerintah untuk mengaktifkan mekanisme koordinasi terpadu lintas kementerian dan lembaga antara regulator penerbangan, operator bandara, maskapai, serta instansi terkait agar respons berjalan cepat dan terintegrasi. Posko informasi terpadu dengan pembaruan berkala sangat penting untuk menghindari kepanikan akibat simpang siur informasi," tegasnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense