RM.id Rakyat Merdeka - Anggota Komisi III DPR Muhammad Rahul mengapresiasi langkah Polri dalam membangun Jembatan Merah Putih Presisi di Provinsi Riau.
Program ini dinilai sebagai bentuk nyata kehadiran negara dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat.
Menurut Rahul, pembangunan jembatan menunjukkan progres signifikan. Dari total 110 jembatan yang direncanakan di Riau, sebanyak 27 jembatan telah selesai dan diresmikan, sementara sisanya masih dalam proses pembangunan dan renovasi.
“Ini adalah kerja nyata yang langsung dirasakan masyarakat. Anak-anak yang sebelumnya harus mempertaruhkan keselamatan menyeberangi sungai untuk pergi ke sekolah, kini memiliki akses yang lebih aman dan layak. Ini bukan sekadar pembangunan jembatan, tetapi tentang membangun masa depan,” ujarnya, Rabu (18/3/2026).
Baca juga : Urai Antrean Gilimanuk, ASDP Kerahkan KMP Prima Nusantara
Politikus Partai Gerindra itu menilai, meskipun tugas utama kepolisian adalah menjaga keamanan dan ketertiban, keterlibatan Polri dalam pembangunan infrastruktur menunjukkan sensitivitas terhadap persoalan riil di masyarakat.
Rahul juga memberikan apresiasi kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang dinilai mampu menerjemahkan arahan Presiden menjadi program konkret yang berdampak luas.
Selain itu, ia turut mengapresiasi Kapolda Riau Herry Heryawan beserta jajaran yang dinilai cepat, adaptif, dan progresif dalam mengimplementasikan program di daerah.
“Saya melihat ini sebagai kepemimpinan yang responsif. Arahan Presiden tidak berhenti di level kebijakan, tetapi diwujudkan dalam kerja nyata. Kapolri menunjukkan arah yang jelas, dan Kapolda Riau mampu mengeksekusinya dengan baik di lapangan,” tuturnya.
Baca juga : Safari Ramadan Di Riau, Kapolri: Perkuat Silaturahmi Dan Jaga Persatuan
Lebih jauh, Rahul menyoroti pendekatan humanis dalam peresmian jembatan yang diwarnai dialog interaktif antara Kapolri, Ketua Komisi IV DPR Titiek Soeharto, serta Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dengan masyarakat dan pelajar di Kampar, Kuantan Singingi, dan Kepulauan Meranti.
Menurutnya, dialog tersebut menjadi bukti bahwa pembangunan tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga membuka ruang komunikasi langsung antara pemerintah dan masyarakat.
“Dialog ini penting agar masyarakat bisa menyampaikan langsung apa yang mereka rasakan dan harapkan. Ini memperkuat kepercayaan publik bahwa negara benar-benar hadir dan mendengar,” ucap Rahul.
Rahul berharap, program pembangunan jembatan ini dapat terus dilanjutkan dan diperluas ke wilayah lain yang masih memiliki keterbatasan akses, sehingga pemerataan pembangunan dapat terwujud.
Baca juga : Dapur MBG di Serang Mulai Dibangun, Gerakkan Ekonomi Daerah
“Jika dilakukan secara masif di seluruh Indonesia, dampaknya akan sangat luas, terutama dalam memperkuat konektivitas desa, mempercepat pertumbuhan ekonomi, dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.