BREAKING NEWS
 

DPR Minta Wacana Pembelajaran Daring Dipertimbangkan Matang

Reporter : MENTARI KUSUMA W
Editor : FAQIH MUBAROK
Selasa, 24 Maret 2026 20:10 WIB
Wakil Ketua Komisi X DPR RI My Esti Wijayanti. Foto: DPR

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Ketua Komisi X DPR RI My Esti Wijayanti meminta wacana opsi penerapan sekolah online mulai April 2026 sebagai bagian dari strategi nasional untuk penghematan konsumsi energi, khususnya bahan bakar minyak (BBM), dipertimbangkan matant. Belajar dari pengalaman Covid-19, menurutnya, strategi pembelajaran daring kurang efektif.

"Ketika isu mengenai pembelajaran secara daring mulai muncul di banyak media, sesungguhnya itu adalah sesuatu hal yang perlu dipertimbangkan kembali secara mendalam," kata My Esti Wijayanti dalam keterangannya, Selasa (24/3/2026).

Pemerintah tengah mengkaji pemberlakuan pembelajaran daring usai libur Lebaran 2026 sebagai bagian dari strategi nasional untuk penghematan konsumsi energi khususnya BBM. Rencana ini muncul di tengah tekanan global terhadap pasokan energi, terutama akibat konflik geopolitik yang berdampak pada harga minyak dunia.

Kebijakan ini tidak berdiri sendiri. Pemerintah juga mempertimbangkan skema kerja fleksibel seperti work from anywhere (WFA) bagi aparatur sipil negara (ASN), sebagai upaya mengurangi mobilitas harian masyarakat yang menjadi penyumbang utama konsumsi BBM.

Esti mengingatkan pengalaman pembelajaran daring yang pernah diterapkan saat pandemi Covid-19, banyak memiliki dampak yang tidak mudah pada sistem pendidikan nasional.

"Pembelajaran secara daring pernah kita laksanakan ketika terjadi wabah Covid. Dan kita semua tahu sistem tersebut meninggalkan problem yang tidak sederhana bagi dunia pendidikan kita," ungkapnya.

Baca juga : Pimpin One Way Nasional Arus Balik Lebaran, Kapolri Imbau Utamakan Keselamatan

Dampaknya, bebernya, meliputi tantangan kemampuan anak dalam menyerap materi pelajaran, kedisiplinan, pembentukan karakter, kendala teknologi, dan lain sebagainya. "Hal-hal tersebut adalah problem yang tidak sederhana," ingat Esti.

Berbagai aspek yang dikhawatirkan Esti sejalan dengan pernyataan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti. Mu’ti yang pernah menyatakan bahwa tidak mudah untuk mengejar ketertinggalan pembelajaran (learning loss) yang dialami para murid akibat pandemi Covid-19.

Learning loss menjadi salah satu dampak dari pembelajaran daring atau pembelajaran jarak jauh. "Walaupun efektif dan menjadi solusi mencegah penyebaran Covid-19, pembelajaran jarak jauh menyebabkan penurunan kualitas para pelajar," papar Esti.

Adapun learning loss merupakan fenomena yang memunculkaan keadaan di mana peserta didik malas belajar dan cenderung melupakan sekolahnya. Kemampuan kognitif pelajar yang semakin menurun pasca kebijaan pembelajaran daring terlihat dari beberapa hasil pemantauan tumbuh kembang anak di Indonesia.

Esti menyinggung soal soal skor evaluasi internasional yang mengukur kemampuan sisws dalam membaca, matematika, dan sains. "Salah satunya tergambar melalui skor Programme for International Student Assessment (PISA) Indonesia yang mengalami penurunan," jelas Legislator dari Dapil Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) itu.

Adsense

Adapun skor PISA Indonesia tahun 2022 mengalami penurunan di semua bidang, yaitu literasi membaca (359 poin), matematika (366 poin), dan sains (383 poin). Secara keseluruhan, Indonesia mendapatkan skor 369 poin.

Baca juga : Polri Siapkan Sistem Layanan Pelaporan Online di Super App

Selain ketertinggalan dalam bidang akademis seperti pembelajaran (learning loss) yang dialami para siswa, sistem pembelajaran jarak jauh juga menimbulkan dampak pada aspek psikologis, dan kesehatan fisik anak. "Sistem daring sulit menerapkan pelajaran pada aspek afektif seperti kepribadian, sikap, dan karakter," jelas Esti.

Pembelajaran daring diketahui sering menyebabkan penurunan pemahaman materi, kurangnya sosialisasi, peningkatan stres, kecanduan gawai, serta ketergantungan pada pendampingan orang tua. Beberapa praktisi pendidikan pun menyebut efek pembelajaran daring menimbulkan rasa malas atau slow response pada anak dan cenderung menjadi generasi anti sosial yang tidak peduli pada lingkungan sekitar.

Malahan, ada yang fenomea pembelajaran daring memicu pernikahan dini di kalangan para pelajar. Pernikahan pelajar akibat sistem pembelajaran online ini diakibatkan banyak faktor. Di antaranya karena lemahnya kontrol atau pengawasan baik oleh orang tua maupun pendidik.

Menurutnya, pembelajaran daring membuat siswa menjadi merasa tidak punya kebutuhan untuk belajar sehingga tidak ada rasa tanggung jawab dalam belajar.

"Sistem pembelajaran jarak jauh juga menyebabkan rendahnya nilai karakter siswa yang memang sulit untuk diajarkan menggunakan sistem belajar secara daring," paparnya.

Untuk itu, Esti berharap wacana pembejaran daring tidak diterapkan Pemerintah sebagai strategi untuk penghematan konsumsi energi. "Jangan jadikan pembelajaran daring sebagai alternatif pilihan pembelajaran," tegasnya.

Baca juga : Pemerintah Matangkan Rencana Pemotongan Gaji Menteri dan Anggota DPR

Esti pun menyatakan banyak mendapat masukan dan aspirasi dari masyarakat terkait wacana ini. "Kami juga banyak mendapat banyak aspirasi yang masuk dari masyarakat, yang tidak satupun menyatakan setuju pembelajaran dengan daring," ujarnya.

Esti menilai, jika wacana pembelajaran daring untuk penghematan BBM, maka untuk siswa SD sistem zonasi tidak terlalu berpengaruh. "Untuk SMP, SMA/SMK mungkin. Dan mungkin bisa juga dipertimbangkan untuk menghemat BBM lewat sistem mobil antar jemput dengan titik-titik jemputan yang ditentukan dengan memberdayakan angkutan umum yang ada," kata Esti.

Pimpinan Komisi Pendidikan DPR RI itu mendorong Pemerintah untuk mencari solusi lain dalam mengantisipasi dampak kondisi global. Esti menilai, pendidikan anak-anak tidak boleh dikorbankan karena dapat menyebabkan dampak berkepanjangan.

"Pasti masih ada langkah alternatif terbaik untuk mengatasi persoalan perekonomian imbas kemungkinan naiknya harga minyak karena kondisi global dunia," ingatnya.

"Keterbatasan kemampuan fiskal perlu diatasi dengan cara yang lebih baik tanpa mengorbankan sektor pendidikan. Semoga isu pembelajaran daring hanya sekadar wacana," pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense