RM.id Rakyat Merdeka - Anggota Komisi XII DPR RI, Yulisman, mendukung langkah pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam mempercepat implementasi mandatori biodiesel B50. Kebijakan ini dinilai strategis untuk memperkuat ketahanan energi nasional di tengah dinamika global.
Yulisman menyebut, mandatori B50 sebagai langkah visioner yang tidak hanya mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak (BBM), tetapi juga menjadi respons konkret atas ketidakpastian pasokan dan harga energi dunia akibat faktor geopolitik.
“Mandatori B50 adalah kebijakan yang tepat dan visioner. Di tengah dinamika energi global, Indonesia perlu memperkuat fondasi energi berbasis domestik agar tidak rentan terhadap gejolak eksternal,” ujarnya, Senin (6/4/2026).
Baca juga : SBY Dukung Prabowo: PBB Harus Investigasi Tuntas Insiden UNIFIL
Ia menjelaskan, peningkatan campuran biodiesel hingga 50 persen diperkirakan mampu menurunkan kebutuhan solar fosil nasional secara signifikan, dari sekitar 35–40 juta kiloliter (KL) per tahun menjadi 17–20 juta KL.
Menurutnya, upaya ini akan semakin optimal dengan dukungan peningkatan kapasitas kilang nasional melalui proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan.
Proyek tersebut berpotensi mendorong Indonesia menuju kondisi tanpa impor solar dalam skenario terbaik.
Baca juga : Pengusaha dan Pekerja Dukung WFH Sehari dalam Sepekan di Sektor Swasta
“Artinya, kita tidak hanya menekan impor, tetapi mulai menggeser struktur energi nasional dari berbasis impor menjadi berbasis produksi dalam negeri,” tegas legislator dari daerah pemilihan Riau II tersebut.
Selain itu, Yulisman mendorong daerah penghasil kelapa sawit seperti Riau, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, dan Kalimantan Tengah untuk meningkatkan produktivitas secara berkelanjutan.
Hal ini penting guna memenuhi kebutuhan program B50, menjaga ketahanan pangan, mendukung industri, serta mempertahankan kapasitas ekspor nasional.
Baca juga : Bank Mandiri Hadirkan Akses Call Center Bebas Pulsa di Fitur Livin’ Call
Ia menambahkan, kebijakan B50 tidak hanya berdampak pada sektor energi, tetapi juga memperkuat ekonomi masyarakat melalui peningkatan serapan crude palm oil (CPO) dalam negeri, penguatan industri hilir, serta kepastian pasar bagi petani sawit.
“Program ini akan terus kami kawal agar implementasinya berjalan efektif, terukur, dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.