RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat terus mendukung upaya pemberdayaan perempuan melalui kemudahan akses dan pendidikan berkualitas bagi setiap warga negara, termasuk bagi perempuan.
“Pemberdayaan perempuan tidak bisa dipisahkan dari akses dan mutu pendidikan. Ini adalah jalan utama membuka pengetahuan, membangun kepercayaan diri, dan memperluas ruang kepemimpinan perempuan,” ujar Lestari dalam keterangan tertulisnya, Senin (6/4/2026).
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) secara resmi mencanangkan bulan April 2026 sebagai Bulan Pemberdayaan Perempuan melalui Pendidikan.
Baca juga : Lestari Moerdijat: Pendamping Anak Tingkatkan Literasi Generasi Penerus
Pencanangan yang berlangsung di Kantor Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Rabu (1/4/2026), mengusung tema “Pemberdayaan Perempuan: Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”.
Menurut Lestari, langkah progresif ini merupakan respons strategis terhadap berbagai tantangan fundamental yang masih membayangi kaum perempuan di Indonesia.
Pada 2025, skor Indeks Kesenjangan Gender (Gender Gap Index) Indonesia yang dilaporkan pada World Economic Forum (WEF) tercatat 0,692. Dengan capaian itu, Indonesia berada di peringkat ke-97 dunia dari 148 negara, dan menempati posisi ke-7 dari 10 negara ASEAN.
Baca juga : Lestari Moerdijat: Mekanisme Perlindungan Perempuan Harus terus Disempurnakan
Kondisi itu, ujar Rerie, sapaan akrab Lestari, menunjukkan tingkat kesetaraan gender yang relatif rendah atau berada di peringkat menengah-bawah dalam lingkup global.
"Ini pekerjaan rumah besar kita. Pendidikan yang bermutu adalah fondasi untuk mengubah angka ini, agar perempuan tidak hanya hadir, tetapi juga memimpin dalam pengambilan keputusan,” ujar Rerie.
Diakui Rerie yang juga anggota Komisi X DPR RI itu, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa Angka Partisipasi Sekolah (APS) penduduk perempuan usia 7-18 tahun konsisten lebih tinggi jika dibandingkan dengan laki-laki, yaitu mencapai 99,42 persen pada kelompok 7-12 tahun dan 79,56 persen pada kelompok 16-18 tahun.
Baca juga : Operasi Ketupat 2026 Sukses Tekan Angka Kecelakaan Lalu Lintas
“Meski akses pendidikan sudah baik, kita masih menghadapi kesenjangan di bidang Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika (STEM). Data ILO 2024 mencatat perempuan lulusan STEM hanya 35 persen dan yang bekerja di sektor yang sama hanya 8 persen,” ujar Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu.
Rerie sangat berharap, dengan adanya berbagai upaya pemberdayaan perempuan melalui peningkatan akses pendidikan, akan lahir para perempuan yang lebih berdaya saing, berkompeten, dan siap mengambil peran strategis dalam pembangunan bangsa menuju Indonesia Emas 2045.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.