BREAKING NEWS
 

Kasus Hantavirus Ditemukan di Jakarta, Komisi IX DPR Minta Warga Tak Panik

Reporter : PAUL YOANDA
Editor : AULIA DARWIS
Kamis, 14 Mei 2026 20:44 WIB
Wakil Ketua Komisi IX DPR Yahya Zaini (Foto: Dok. Golkar)

RM.id  Rakyat Merdeka - Komisi IX DPR menyoroti temuan empat kasus hantavirus di Jakarta sepanjang 2026. Komisi IX DPR meminta masyarakat tidak panik namun tetap waspada. Untuk Pemerintah, Komisi IX DPR meminta bergerak cepat menangani penyebaran virus itu agar tidak meluas dan mengganggu kesehatan publik.

Wakil Ketua Komisi IX DPR Yahya Zaini menjelaskan, hantavirus memang memiliki potensi bahaya besar bagi manusia. Infeksi virus itu dapat memicu penyakit serius hingga menyebabkan kematian.

Meski begitu, ia meminta masyarakat tetap tenang dan tidak terpancing kepanikan berlebihan. Langkah pencegahan bisa dilakukan masyarakat dengan menjaga kebersihan rumah agar tidak jadi sarang tikus dan hewan pengerat lain yang menjadi menyebar virus ini.

Dia juga meminta masyarakat memakai masker serta sarung tangan saat beraktivitas di area berisiko. “Tindakan perlindungan diri itu membantu meminimalkan risiko penularan hantavirus dari lingkungan kotor,” katanya, Kamis (14/5/2026).

Baca juga : Komisi X DPR Minta Remaja Tak Palsukan Umur di Medsos

Pencegahan hantavirus, lanjut Yahya, difokuskan pada sterilisasi area rumah yang berpotensi jadi tempat berkembang biak tikus. Penggunaan desinfektan saat membersihkan ruangan yang terkontaminasi kotoran tikus juga sangat dianjurkan. Kebiasaan hidup bersih dan sehat dinilai efektif membantu memutus rantai penyebaran virus itu.

Yahya menilai, langkah Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memperkuat pengawasan melalui thermal scanner dan sistem surveilans pelaku perjalanan sudah tepat. Namun, dia tetap meminta Pemerintah memperketat pengawasan di seluruh pintu masuk Indonesia. Langkah antisipasi di perbatasan diperlukan guna membendung potensi masuknya wabah dari luar negeri.

Dia meminta, Kemenkes menjalankan pengawasan visual dan pemeriksaan suhu tubuh secara maksimal di bandara maupun pelabuhan internasional. Koordinasi antarinstansi juga dibutuhkan agar tidak terjadi penyebaran hantavirus melalui pintu masuk itu. “Kedisiplinan petugas di lapangan sangat menentukan efektivitas upaya mitigasi Pemerintah,” ujarnya.

Adsense

Kemenkes, sambung Yahya, telah menyiapkan jejaring laboratorium dengan kemampuan pemeriksaan PCR dan whole genome sequencing untuk mendeteksi hantavirus. Selain itu, kesiapan 198 rumah sakit jejaring pengampuan penyakit infeksi emerging terus diperkuat. Fasilitas kesehatan itu disiagakan menangani pasien dengan standar penanganan ketat.

Baca juga : Jelang Idul Adha, Komisi IV DPR Minta Pengawasan Hewan Kurban Diperketat

Dia berharap, penyebaran hantavirus di Indonesia bisa dikendalikan melalui kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan yang telah ditetapkan Pemerintah. Warga juga diminta mengikuti seluruh instruksi Kemenkes maupun Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat. Sikap tenang serta kepatuhan masyarakat membantu pengendalian situasi kesehatan di tengah publik.

Kemenkes bersama Dinkes Daerah diminta terus melakukan sosialisasi dan edukasi secara masif kepada masyarakat terkait hantavirus. Fokus kegiatan itu diarahkan pada langkah promotif serta preventif untuk mencegah penularan virus. “Pengetahuan yang memadai akan membantu masyarakat lebih siap menghadapi ancaman kesehatan itu,” ucapnya.

Anggota Komisi IX DPR Irma Suryani Chaniago menambahkan, hantavirus sebenarnya sudah ditemukan di Indonesia sejak beberapa tahun terakhir. Dalam periode 2024 hingga 2026 tercatat terdapat 23 kasus tipe HFRS. Jenis hantavirus itu diketahui menyerang organ ginjal dan membutuhkan penanganan medis intensif.

Irma mengingatkan, penyakit menular maupun tidak menular sama-sama memiliki tingkat bahaya besar bagi kesehatan manusia. Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kesadaran menjaga kebersihan lingkungan rumah secara mandiri dan konsisten. Pemahaman mengenai pola hidup bersih jadi fondasi utama melindungi keluarga dari ancaman penyakit.

Baca juga : Komisi IX DPR Minta Negara Pantau PMI di Wilayah Konflik

Dia juga mengimbau masyarakat untuk menjaga kondisi rumah tetap bersih dan bebas dari keberadaan tikus maupun hewan pengerat lainnya. Penggunaan masker serta sarung tangan saat membersihkan sarang tikus juga diwajibkan untuk mengurangi risiko paparan virus. “Langkah sederhana itu efektif membantu mencegah penularan hantavirus di lingkungan rumah,” katanya.

Menyapu kering kotoran tikus, sambung Irma, harus dihindari agar partikel virus tidak beterbangan dan terhirup manusia saat membersihkan rumah. Kebersihan lingkungan yang dijaga dengan cara tepat dapat meminimalkan risiko infeksi hantavirus. Kesadaran masyarakat mengelola kebersihan rumah jadi faktor utama mencegah penularan penyakit itu.

Dia juga meminta Kemenkes segera mengeluarkan surat edaran mengenai hantavirus sebagai langkah antisipasi meski kasusnya belum masuk kategori wabah. Melalui surat itu, seluruh rumah sakit diwajibkan melaporkan pasien suspek secara berkala. “Pelaporan cepat akan membantu Pemerintah memetakan potensi penyebaran virus sejak dini,” ucapnya.

Sebelumnya, Kepala Dinkes DKI Jakarta Ani Ruspitawati mengungkapkan terdapat empat kasus hantavirus yang ditemukan di Jakarta sepanjang 2026. Sebanyak tiga pasien dilaporkan telah sembuh, sedangkan satu lainnya masih berstatus suspek. Pemeriksaan laboratorium masih dilakukan untuk memastikan kondisi pasien yang menjalani perawatan intensif itu.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense