BREAKING NEWS
 

DPR Dukung Hibah Motor Listrik BGN untuk Guru Honorer

Reporter : AHMAD LATHIF ROSYIDI
Editor : AULIA DARWIS
Selasa, 23 Juni 2026 08:26 WIB
Wakil Ketua Komisi IX DPR Yahya Zaini (Foto: Dok. Golkar)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Ketua Komisi IX DPR Yahya Zaini mendukung rencana Badan Gizi Nasional (BGN) menghibahkan sepeda motor listrik kepada para guru honorer di berbagai daerah. Langkah tersebut merupakan solusi yang paling tepat agar aset yang telah dibeli menggunakan anggaran negara tidak mubazir dan tetap memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

"Waktu rapat dengan Komisi IX DPR, Ibu Arumsari (Wakil Kepala BGN) mengatakan sepeda motor listrik tersebut akan dihibahkan kepada guru honorer di daerah-daerah. Saya setuju dengan rencana tersebut," kata Yahya, di Jakarta, Senin (22/6/2026).

Sebelumnya, Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari mengatakan, motor listrik yang dibeli pada masa kepemimpinan Dadan Hindayana akan dihibahkan ke guru honorer. Kendati begitu, BGN tetap akan terlebih dahulu berkoordinasi dengan Kejaksaan Agung (Kejagung) terkait langkah hukum dan administrasi yang akan ditempuh.

"Semua yang sudah dibelanjakan di 2025, seperti motor listrik dan Information Technology (IT) sebenarnya kami inginnya itu dimaksimalkan," ujar Agustina, di Gedung DPR, Jakarta, Senin (15/6/2026).

Baca juga : Polytron Siapkan 500 Motor Listrik FOX 350 Untuk Operasional PLN UID Jawa Timur

Agustina mengatakan, evaluasi ketat tidak hanya dilakukan terhadap komoditas motor listrik, tapi mencakup seluruh barang dan perangkat teknologi informasi yang dibeli pada tahun 2025. Seperti laptop, Internet of Things (IoT), hingga kamera CCTV.

Kembali ke pernyataan Yahya, sejak awal ia tidak sependapat dengan pengadaan motor listrik untuk kebutuhan operasional SPPG. Alasannya, kendaraan tersebut sama sekali tidak sesuai dengan kebutuhan nyata para pengelola dapur dalam menjalankan tugasnya di lapangan. "Mereka tidak memerlukan mobilitas tinggi dalam bekerja," imbuh politisi Golkar ini.

Adsense

Komisi IX DPR, sebut Yahya, tidak pernah menerima laporan maupun informasi terkait proyek pengadaan motor listrik tersebut. Kondisi itu membuat fungsi pengawasan DPR terhadap penggunaan anggaran BGN pada masa kepemimpinan Dadan Hindayana tidak dapat berjalan secara optimal.

Selain itu, ia menyoroti proses pengadaan yang dinilainya tidak profesional karena perusahaan penyedia kendaraan tidak memiliki jaringan dealer maupun fasilitas layanan purna jual yang memadai. Karena itu, adanya indikasi penggelembungan harga atau mark-up dalam pengadaan tersebut sangat disesalkan.

Baca juga : Lippo Cikarang Hadirkan Art District 2026 Untuk Wadah Kreativitas

"Tapi kami tetap mengapresiasi pandangan Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari yang berkomitmen menyelamatkan uang negara lewat optimalisasi aset yang telanjur dibeli," puji legislator asal Jawa Timur (Jatim) ini.

Berbeda, anggota Komisi IX DPR Irma Suryani mengusulkan agar motor listrik tersebut dijual kembali apabila tidak dibutuhkan. Keberadaan motor listrik tidak efektif karena mayoritas kepala SPPG telah memiliki kendaraan operasional sendiri.

“Motor listrik dimanfaatkan untuk apa? Mubazir saja, lebih baik dijual lagi saja, karena rata-rata kepala SPPG punya motor,” kata Irma, di Jakarta, Senin (22/6/2026).

Selain itu, Irma meminta pimpinan BGN yang baru menata ulang skema insentif bagi SPPG. Besaran insentif perlu disesuaikan dengan jumlah penerima manfaat yang dilayani masing-masing dapur MBG. “Yang distribusi 3 ribu dengan yang distribusi 2.500 atau 2 ribu memang harus beda,” saran dia.

Baca juga : Wuling Serahkan 50 Mobil Listrik BinguoEV Lite Untuk Armada MPMRent

Ke depan, Irma berharap agar program MBG lebih tepat sasaran dengan memprioritaskan siswa dari keluarga kurang mampu. Sedangkan siswa yang berasal dari sekolah elite tidak perlu menjadi penerima manfaat program tersebut.

Selain itu, ia meminta BGN mengevaluasi izin operasional SPPG yang dinilai tidak memenuhi standar. "Dapur MBG yang beroperasi di bangunan sempit dan tidak memungkinkan untuk diperluas atau direnovasi sebaiknya dicabut izinnya," tutup politisi NasDem tersebut.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense