RM.id Rakyat Merdeka - Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya menilai, dimulainya pembangunan Proyek Abadi Blok Masela merupakan tonggak penting bagi pengembangan sektor energi nasional.
Proyek strategis tersebut, kata dia, akhirnya memasuki tahap konstruksi setelah melalui berbagai dinamika selama hampir tiga dekade.
Bambang mengatakan, keberhasilan memulai pembangunan Blok Masela tidak terlepas dari komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam mendorong percepatan proyek strategis nasional, termasuk melalui penguatan koordinasi dan komunikasi dengan para mitra strategis untuk meningkatkan kepastian investasi.
Baca juga : Bahlil: Proyek LNG Masela Terkatung-katung 28 Tahun, Dieksekusi Di Zaman Prabowo
"Groundbreaking Blok Masela hari ini merupakan bukti bahwa proyek strategis yang sempat tertunda hampir tiga dekade pada akhirnya dapat bergerak ketika ada kepemimpinan yang kuat. Komitmen Presiden Prabowo dalam mendorong percepatan proyek ini kemudian diterjemahkan secara konkret oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia melalui langkah-langkah implementasi yang terukur, mulai dari penguatan koordinasi, penyelesaian berbagai aspek kebijakan, hingga memastikan proyek ini memasuki tahap pembangunan," kata Bambang di Jakarta, Kamis (16/7/2026).
Menurut Bambang, sinergi antara kepemimpinan Presiden dan implementasi kebijakan oleh Kementerian ESDM menjadi modal penting untuk mempercepat penyelesaian proyek-proyek strategis nasional yang selama ini menghadapi berbagai kendala.
Ia menilai, pembangunan Blok Masela tidak hanya akan meningkatkan produksi gas nasional, tetapi juga memperkuat ketahanan energi, meningkatkan kepercayaan investor, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya di Maluku dan kawasan Indonesia Timur.
Baca juga : Beniyanto Tamoreka: Groundbreaking Blok Masela Perkuat Ketahanan Energi
Bambang juga menyoroti besarnya potensi ekonomi proyek tersebut. Dengan nilai investasi sekitar US$21 miliar, Blok Masela diproyeksikan memproduksi 9,5 juta ton LNG per tahun, 150 MMSCFD gas pipa, dan 35 ribu barel kondensat per hari.
Selain itu, pemerintah memperkirakan proyek ini akan memberikan manfaat fiskal langsung bagi negara sebesar US$37,85 miliar atau sekitar Rp 680,58 triliun hingga 2055.
Proyek ini juga diperkirakan menyumbang penerimaan pajak tidak langsung sekitar US$6,43 miliar atau Rp 115,6 triliun, serta menyerap sekitar 12.000 tenaga kerja langsung pada masa konstruksi.
Baca juga : Prabowo Resmikan Groundbreaking LNG Abadi Masela di Tanimbar, Nilainya Rp 378 T
Menurut Bambang, besarnya potensi tersebut semakin menegaskan pentingnya percepatan pembangunan Blok Masela sebagai investasi strategis bagi masa depan energi dan perekonomian nasional.
"Groundbreaking ini bukanlah akhir, melainkan awal dari kerja besar untuk menghadirkan manfaat sebesar-besarnya bagi bangsa. Komisi XII DPR RI akan terus menjalankan fungsi pengawasan agar pembangunan Blok Masela berjalan sesuai target, menerapkan tata kelola yang baik, serta menjadi fondasi penting dalam mewujudkan kedaulatan energi dan pertumbuhan ekonomi nasional," tandasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.