BREAKING NEWS
 

Belanja Wisman Turun, Putra Nababan Dorong Pariwisata Berkualitas

Reporter : AHMAD LATHIF ROSYIDI
Editor : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Rabu, 5 Agustus 2026 19:08 WIB
Foto: DPR RI.

RM.id  Rakyat Merdeka - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada Juni 2026 mencapai 1,39 juta kunjungan, meningkat tipis dibandingkan bulan sebelumnya. Namun, di balik kenaikan tersebut, rata-rata pengeluaran wisatawan asing justru mengalami penurunan.

Menanggapi kondisi itu, Anggota Komisi VII DPR RI Putra Nababan mengingatkan pemerintah agar tidak hanya berfokus pada peningkatan jumlah kunjungan, tetapi juga mulai menggarap kualitas pariwisata nasional secara lebih komprehensif.

"Kita tentu mengapresiasi capaian kunjungan wisman selama semester I 2026. Angka 1,39 juta kunjungan di bulan Juni yang naik tipis dari bulan sebelumnya membuktikan bahwa Indonesia masih menjadi destinasi yang diminati," ujar Putra di Jakarta, Selasa (4/8/2026).

Baca juga : Dewi Yustisiana Apresiasi Program Listrik Desa, Perluas Akses Energi

Meski demikian, politikus PDI Perjuangan itu menyampaikan dua catatan penting. Pertama, kunjungan wisman secara tahunan (year-on-year) masih turun sebesar 2,15 persen.

Kedua, dan yang dinilainya lebih krusial, adalah merosotnya rata-rata pengeluaran wisman yang kini berada di kisaran US$1.285 per kunjungan.

Adsense

"Data ini harus menjadi lampu kuning bagi kita. Peningkatan jumlah wisatawan belakangan ini ternyata belum sepenuhnya diikuti oleh peningkatan nilai ekonomi riil di lapangan. Kalau turisnya banyak tapi belanjanya sedikit, multiplier effect atau dampak ekonomi bagi masyarakat dan UMKM di sekitar destinasi tidak akan maksimal," tegasnya.

Baca juga : Gandung Pardiman Apresiasi Status UMKM bagi Pengemudi Ojol Roda Dua

Menurut Putra, penurunan pengeluaran wisman menjadi sinyal perlunya pergeseran paradigma dari pariwisata massal yang berorientasi pada jumlah kunjungan menuju quality tourism atau pariwisata berkualitas.

Untuk itu, ia menyampaikan tiga rekomendasi strategis kepada pemerintah. Pertama, meningkatkan kualitas destinasi dan layanan pariwisata secara menyeluruh, mulai dari amenitas, infrastruktur, hingga standar kebersihan kawasan wisata.

Kedua, mendorong diversifikasi aktivitas pariwisata melalui penyelenggaraan lebih banyak agenda internasional dan pengembangan paket wisata tematik, seperti ekowisata, wellness tourism, serta wisata budaya. Langkah ini dinilai dapat mendorong wisatawan memperpanjang masa tinggal (length of stay).

Baca juga : Komisi VII DPR Evaluasi Program dan Anggaran Kementerian UMKM

Ketiga, memperkuat strategi promosi yang lebih terarah dengan menyasar negara-negara penyumbang wisatawan berdaya beli tinggi, sekaligus mengintegrasikan produk UMKM lokal ke dalam ekosistem pariwisata.

"Kita tidak ingin Indonesia hanya menjadi destinasi massal yang murah. Pariwisata kita harus naik kelas. Strateginya harus segera diperkuat agar lama tinggal dan nilai belanja wisman terus meningkat, sejalan dengan terjaganya kelestarian destinasi wisata kita," pungkas Putra.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense