Dark/Light Mode

DPR: Industri Otomotif RI Tumbuh 14 Persen Pada Kuartal I-2026

Senin, 29 Juni 2026 20:29 WIB
Anggota Komisi VII DPR RI Yoyok Riyo Sudibyo. (Foto: Fraksi NasDem)
Anggota Komisi VII DPR RI Yoyok Riyo Sudibyo. (Foto: Fraksi NasDem)

RM.id  Rakyat Merdeka - Anggota Komisi VII DPR RI Yoyok Riyo Sudibyo menyebut industri otomotif nasional masih menunjukkan kinerja positif di tengah tantangan ekonomi global.

Hal itu tercermin dari pertumbuhan industri kendaraan roda empat yang mencapai sekitar 14 persen secara tahunan (year on year) pada kuartal I-2026.

Menurut Yoyok, capaian tersebut menjadi indikator bahwa ekosistem industri otomotif Indonesia tetap memiliki daya saing dan didukung oleh kebijakan pemerintah yang berkelanjutan.

“Data tersebut tidak mungkin lahir apabila ekosistem industrinya buruk. Pertumbuhan produksi, ekspor, dan investasi merupakan indikator bahwa kebijakan industrialisasi yang dibangun pemerintah selama ini memberikan hasil nyata,” kata Yoyok dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (29/6/2026).

Baca juga : RUPST Indofood Setujui Dividen Rp 290 Per Saham, Cair 29 Juli 2026

Selain mencatat pertumbuhan produksi, industri otomotif Indonesia juga terus memperluas pasar ekspor. Sepanjang 2025, ekspor komponen otomotif nasional telah menjangkau lebih dari 100 negara dengan nilai melampaui 7 miliar dolar AS.

Yoyok menilai capaian tersebut membuktikan bahwa industri otomotif Indonesia masih kompetitif di pasar global meski menghadapi perlambatan ekonomi dunia dan perubahan menuju kendaraan listrik.

Ia juga menepis anggapan bahwa pemerintah kurang memberikan perhatian terhadap sektor otomotif. Menurutnya, Kementerian Perindustrian telah menjalankan berbagai kebijakan strategis untuk menjaga daya saing industri, salah satunya melalui fasilitas User Specific Duty Free Scheme (USDFS) yang telah diterapkan sejak 2008.

Hingga Desember 2025, skema tersebut telah merealisasikan impor bahan baku dan komponen sekitar 8,25 juta ton dengan nilai mencapai sekitar 800 miliar dolar AS. Sebanyak 57 dari 74 perusahaan penerima fasilitas tersebut berasal dari industri otomotif.

Baca juga : TMMIN: Industri Otomotif Dan Komponen RI Miliki Resiliensi Kuat

“Selama hampir dua dekade, negara hadir memberikan berbagai instrumen agar industri otomotif tetap kompetitif dan mampu bertahan menghadapi dinamika ekonomi global,” ujarnya.

Yoyok juga menyoroti masih tingginya kepercayaan investor terhadap industri otomotif Indonesia. Hal itu terlihat dari berlanjutnya investasi Jepang melalui pembangunan Pelabuhan Patimban di Subang dan Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor (BPLJSKB) di Bekasi, serta meningkatnya minat investor asal Tiongkok untuk menanamkan modal di sektor otomotif nasional.

Di sisi lain, pemerintah juga dinilai telah mengantisipasi transformasi industri menuju kendaraan ramah lingkungan melalui Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 36 Tahun 2021 tentang program Low Carbon Emission Vehicle (LCEV), yang menjadi dasar pengembangan kendaraan hemat energi, hibrida, dan kendaraan listrik berbasis baterai.

Yoyok menambahkan, Komisi VII DPR RI akan terus mengawasi kebijakan pemerintah agar mampu menjaga keberlangsungan industri otomotif sekaligus melindungi lapangan kerja di sektor manufaktur.

Baca juga : GIAMM: Industri Komponen Otomotif RI Makin Tangguh Di Rantai Pasok Global

Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, pelaku usaha, hingga organisasi pekerja, untuk memperkuat kolaborasi dalam menghadapi tantangan industri ke depan.

“Industri otomotif Indonesia yang mampu mengekspor ke lebih dari 100 negara, menyerap ratusan ribu tenaga kerja, serta menjadi tujuan investasi dari Jepang maupun Tiongkok bukanlah sesuatu yang terjadi secara kebetulan. Semua itu merupakan hasil dari kebijakan industrialisasi yang dibangun secara konsisten selama bertahun-tahun,” kata Yoyok.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.