BREAKING NEWS
 

Edhie Baskoro: Pendidikan Bukan Hanya Anggaran, Tapi Investasi Peradaban

Reporter : AHMAD LATHIF ROSYIDI
Editor : FAQIH MUBAROK
Kamis, 20 Agustus 2026 09:26 WIB
Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono saat Diskusi Kebangsaan bertajuk Sekolah Berkualitas, SDM Berkualitas: Investasi Pendidikan untuk Indonesia Emas dalam RAPBN 2027 yang digelar di Ruang Rapat Pimpinan MPR RI, Jakarta. Foto: MPR RI

 Sebelumnya 
Guru Harus Menjadi Investasi Utama

Dalam forum yang menghadirkan guru besar, akademisi, peneliti, praktisi pendidikan, masyarakat sipil, serta perwakilan generasi muda tersebut, ia menekankan pentingnya peningkatan kesejahteraan yang berjalan beriringan dengan peningkatan kompetensi guru.

Ia juga menyoroti pentingnya memastikan berbagai kebijakan terkait status dan kesejahteraan guru berjalan selaras dengan kemampuan fiskal negara serta didukung sinkronisasi data yang baik.

Baca juga : Pemerataan Kesempatan Belajar dan Mengajar

“Guru harus menjadi investasi utama. Kesejahteraan harus berjalan bersama peningkatan kompetensi. Kita ingin guru bukan hanya hadir di kelas, tetapi mampu menjadi penggerak utama peningkatan kualitas pembelajaran,” ujarnya.

Pendidikan Harus Menyiapkan Generasi Menghadapi Era AI

Perubahan teknologi, khususnya perkembangan artificial intelligence (AI), juga menjadi salah satu perhatian utama dalam diskusi tersebut.

Baca juga : Gedungnya Bagus, Asramanya Luas

Wakil Ketua MPR menilai pendidikan Indonesia tidak boleh hanya mengajarkan generasi muda bagaimana menggunakan teknologi, tetapi juga bagaimana berpikir kritis dan bertanggung jawab ketika berhadapan dengan teknologi.

“AI bisa memberikan jawaban. Tetapi guru mengajarkan pertanyaan apa yang layak ditanyakan,” katanya.

Karena itu, pendidikan ke depan harus memperkuat kemampuan berpikir, logika, etika, kreativitas, literasi digital, sains, numerasi, dan karakter.

Baca juga : Ink & Talk Hadirkan Public Speaking dan Debat di BEEYOND BINUS Bekasi

Menurutnya, Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar dan pengguna teknologi. Generasi muda harus dipersiapkan menjadi pencipta teknologi, inovator, sekaligus pencipta lapangan pekerjaan.

“Kita tidak ingin generasi Indonesia hanya menjadi pengguna teknologi. Kita ingin mereka menjadi pencipta teknologi. Bukan hanya mencari pekerjaan, tetapi mampu menciptakan pekerjaan,” tegasnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense