BREAKING NEWS
 

Komisi VII Sambut Positif Marketplace MBG

Jangan Biarkan UMKM Dan Pemasok Lokal Jadi Penonton

Reporter : PAUL YOANDA
Editor : AULIA DARWIS
Kamis, 17 September 2026 07:05 WIB
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Evita Nursanty. Foto: Dok. DPR RI

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Evita Nursanty menyambut positif rencana Badan Gizi Nasional (BGN) meluncurkan marketplace khusus pengadaan bahan baku Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, digitalisasi pengadaan harus sekaligus menjadi instrumen untuk memperluas pasar bagi UMKM, koperasi, petani, peternak, dan pemasok lokal.

Marketplace MBG jangan sampai hanya menjadi tempat bertemunya pembeli besar dengan pemasok besar. UMKM, koperasi, petani, dan peternak lokal harus menjadi pemain utama, bukan sekadar penonton dalam rantai pasok MBG, tegas Evita.

Baca juga : 20 Talenta Muda Siap Beri Hasil Terbaik Buat Bangsa

Evita mendukung penerapan sistem verified seller untuk menjamin transparansi, kualitas, dan akuntabilitas. Namun, ia mengingatkan agar proses verifikasi tidak berubah menjadi hambatan administratif maupun digital bagi pelaku usaha kecil. BGN perlu menyiapkan pendampingan agar pemasok lokal yang memenuhi standar dapat dengan mudah masuk ke dalam sistem.

Adsense

Menurut Evita, pengadaan juga harus memprioritaskan produk lokal sepanjang tersedia dan memenuhi standar. Dengan kebutuhan daging, ayam, telur, beras, minyak goreng, dan susu dalam jumlah besar, belanja MBG berpotensi menciptakan multiplier effect yang sangat besar bagi ekonomi daerah.

Baca juga : Jaga Ozon, Ciptakan Lapangan Kerja Hijau

Kalau beras dibeli dari petani lokal, telur dan ayam dari peternak setempat, serta distribusinya melibatkan koperasi dan UMKM daerah, maka anggaran MBG tidak hanya menghasilkan makanan bergizi, tetapi juga menciptakan lapangan kerja, memperkuat usaha rakyat, dan menggerakkan ekonomi daerah, ujarnya.

Evita juga menekankan pentingnya kepastian pembayaran kepada pemasok. Jangan sampai UMKM sudah memasok barang tetapi harus menunggu lama untuk dibayar. Bagi UMKM, arus kas adalah urat nadi usaha. Karena itu sistem pembayaran harus transparan, cepat, dan memiliki batas waktu yang jelas,” katanya.

Baca juga : Penanganan Stunting Harus Libatkan Lintas Kementerian

Ukuran keberhasilan marketplace MBG bukan hanya seberapa canggih platformnya, tetapi berapa banyak UMKM, koperasi, petani, dan peternak lokal yang masuk ke rantai pasok dan naik kelas karenanya. MBG harus menjadi program gizi sekaligus penggerak ekonomi rakyat, pungkas Evita. PYB

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 3, edisi Kamis, 17 September 2026 dengan judul "Komisi VII Sambut Positif Marketplace MBG, Jangan Biarkan UMKM Dan Pemasok Lokal Jadi Penonton"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense