Dark/Light Mode

Bangun Indonesia Sehat & Mandiri

Jaga Ozon, Ciptakan Lapangan Kerja Hijau

Kamis, 17 September 2026 06:55 WIB
Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat (kiri) menyerahkan secara simbolis peralatan untuk pelatihan Refrigerasi dan Air Conditioning (RAC) kepada Menteri Ketenagakerjaan Yassierli pada puncak peringatan Hari Ozon Sedunia 2026 di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Bekasi, Kota Bekasi, Jawa Barat, Rabu (16/9/2026). Peringatan tersebut sebagai momentum untuk memperkuat komitmen dan aksi bersama dalam melindungi lapisan ozon. ANTARA FOTO/DARRYL RAMADHAN/NYM.
Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat (kiri) menyerahkan secara simbolis peralatan untuk pelatihan Refrigerasi dan Air Conditioning (RAC) kepada Menteri Ketenagakerjaan Yassierli pada puncak peringatan Hari Ozon Sedunia 2026 di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Bekasi, Kota Bekasi, Jawa Barat, Rabu (16/9/2026). Peringatan tersebut sebagai momentum untuk memperkuat komitmen dan aksi bersama dalam melindungi lapisan ozon. ANTARA FOTO/DARRYL RAMADHAN/NYM.

RM.id  Rakyat Merdeka - Perlindungan lapisan ozon tak lagi sekadar agenda lingkungan. Pemerintah kini mengaitkannya dengan penguatan kompetensi tenaga kerja dan penciptaan lapangan kerja hijau melalui peningkatan keterampilan teknisi mesin pendingin.

Teknisi yang kompeten dan bersertifikat berperan penting dalam memastikan penggunaan refrigeran lebih aman bagi lingkungan, sekaligus mendukung transisi industri menuju teknologi yang lebih ramah lingkungan.

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Mohammad Jumhur Hidayat mengatakan, perlindungan lapisan ozon merupakan fondasi penting untuk membangun Indonesia yang sehat, mandiri dan kompetitif di tengah krisis iklim global.

Baca juga : Penanganan Stunting Harus Libatkan Lintas Kementerian

Hal itu disampaikan Jumhur dalam puncak peringatan Hari Ozon Sedunia 2026 di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Kota Bekasi, Jawa Barat, Rabu (16/9/2026).

Menurut Jumhur, pengalaman dunia menangani kerusakan lapisan ozon membuktikan kerja sama internasional dapat menghasilkan perubahan nyata. Negara-negara secara bersama-sama menekan penggunaan Bahan Perusak Ozon (BPO), khususnya Chlorofluorocarbon (CFC), Hydrochlorofluorocarbon (HCFC) dan Hydrofluorocarbon (HFC).

“Dunia sebenarnya memiliki satu bukti nyata kerja sama internasional mampu membalikkan ambang kehancuran ekologis. Ini sejalan dengan visi Asta Cita Presiden mendorong pertumbuhan ekonomi berwawasan lingkungan,” ujar Jumhur.

Baca juga : Eks Kapolda Siap Jadi Ketua Demokrat NTB

Mantan Ketua Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) itu mengatakan, berdasarkan data pemantauan ozon NASA, luas maksimum harian lubang ozon di Antartika yang sempat mencapai 29,9 juta kilometer persegi pada 2000 menyusut menjadi 22,4 juta kilometer persegi pada 2024.

Tren tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi global dalam menghadapi persoalan lingkungan.

Namun, upaya menjaga lapisan ozon tidak berhenti pada kebijakan Pemerintah dan kerja sama internasional. Masyarakat juga memiliki peran melalui kebiasaan sehari-hari, terutama dalam penggunaan dan perawatan peralatan pendingin.

Baca juga : PT PP Restrukturisasi Utang Rp 18,2 Triliun

Jumhur juga mengimbau masyarakat merawat AC dan kulkas secara berkala, serta menggunakan jasa teknisi yang memiliki kompetensi dan sertifikasi.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.