BREAKING NEWS
 

Fraksi Golkar MPR Dorong Pendidikan Pancasila Dan Budaya Bersih Masuk Kurikulum

Reporter : AHMAD LATHIF ROSYIDI
Editor : FAQIH MUBAROK
Jumat, 18 September 2026 19:26 WIB
Diskusi Publik Fraksi Partai Golkar (FPG) MPR RI bertajuk Pancasila Sebagai Falsafah dan Dasar Negara: Penguatan Pendidikan Pancasila Dalam Sistem Pendidikan Nasional di Hotel Santika Premier Binrtaro, Kota Tangerang Selatan, Banten, Selasa (16/9/2026). Foto: MPR RI

RM.id  Rakyat Merdeka - Penanaman karakter berbangsa dan budaya bersih menjadi fokus usulan Fraksi Partai Golkar (FPG) Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI). Pendidikan Pancasila serta edukasi kebersihan didorong untuk masuk dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) untuk kembali menjadi mata pelajaran utama.

Hal itu dibahas dalam Diskusi Publik Fraksi Partai Golkar (FPG) MPR RI bertajuk “Pancasila Sebagai Falsafah dan Dasar Negara: Penguatan Pendidikan Pancasila Dalam Sistem Pendidikan Nasional” di Hotel Santika Premier Binrtaro, Kota Tangerang Selatan, Banten, Selasa (16/9/2026).

Hadir sejumlah jajaran FPG MPR RI, yakni Ketua Fraksi Partai Golkar MPR RI, Melchias Markus Mekeng, Sekretaris FPG MPR RI, H. Ferdiansyah, Bendahara FPG MPR RI, Dr. Hj. Adde Rosi Khoerunnisa, Wakil Sekretaris FPG MPR RI, Muhammad Nur Purnamasidi, Anggota Pimpinan FPG MPR RI, Dr. Hj. Karmila Sari, dan Anggota FPG MPR RI, Drs. Juliyatmono.

Turut hadir juga sejumlah narasumber dalam diskusi ini yakni Pemikir Kebangsaan, Yudi Latif, budayawan, Dr. Ngatawi al-Zastrow; Guru Besar Prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN) Universitas Negeri Jakarta, Prof. Dr. Nadiroh; Wakil Ketua Umum Vox Point Indonesia, Indra Charismiadji; Dekan FISIP Universitas Syeikh Yusuf, Dr. Muhammad Ibrahim Rantau; dan dimoderatori oleh Salma Hasanah Noor.

Baca juga : Fahd A Rafiq Kena OTT KPK, Bahlil: Ini Musibah, Golkar Merasa Terpukul

Ketua Fraksi Partai Golkar MPR RI, Melchias Markus Mekeng menegaskan bahwa dengan pentingnya Pancasila sebagai panduan hidup bangsa Indonesia pada faktanya masih menghadapi tantangan yang tidak sederhana di kehidupan sehari-hari.

Tantangan tersebut mulai dari globalisasi, perkembangan teknologi digital, arus informasi yang sangat cepat, perubahan sosial, serta berkembangnya berbagai pandangan dan nilai dari luar yang dapat memengaruhi pola pikir, sikap, dan perilaku generasi muda.

Meski di sisi lain menurutnya kemajuan tersebut memberikan peluang besar bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Namun, tanpa fondasi nilai yang kuat, perkembangan tersebut dapat menimbulkan berbagai persoalan, seperti melemahnya solidaritas sosial, meningkatnya individualisme, intoleransi, kekerasan, penyebaran informasi yang tidak benar, hingga menurunnya kepedulian antarmanusia,” ujarnya.

Baca juga : Golkar Pun Pasrahkan Nasib Menterinya Kepada Presiden

Mekeng menuturkan, kondisi tersebut merupakan aspirasi dari masyarakat saat anggota DPR/MPR melakukan kegiatan sosialisasi di daerah pemilihan masing-masing.

Karena itu, Pendidikan Pancasila ini harus mulai dihidupkan kembali demi membentuk landasan ideologis, moral, dan karakter bangsa Indonesia.

“Dulu (zaman orde baru), jika tidak lulus di mata pelajaran Pendidikan Moral Pancasila (PMP), kita tidak naik kelas. Sekarang, anak-anak kita kadang bingung ketika ditanya tentang Pancasila. Hal ini sangat berbahaya bagi kehidupan berbangsa dan bernegara,” tuturnya.

Karenanya kata dia, penguatan pendidikan Pancasila perlu ditempatkan sebagai bagian integral dari sistem pendidikan nasional, selain itu juga menjadi tanggung jawab guru atau dosen yang mengampu mata pelajaran dan mata kuliah terkait. Termasuk tanggung jawab seluruh ekosistem pendidikan.

Adsense

Baca juga : Harmoni Antara Agama Dan Pancasila

“Kepala sekolah, guru, dosen, tenaga kependidikan, peserta didik, keluarga, dan masyarakat memiliki peran dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif,” ujarnya.

Ia menuturkan Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas) yang saat ini sedang dibahas oleh Komisi X DPR RI dapat segera memasukkan usulan Pendidikan Pancasila. Mekeng pun berharap agar fraksi lainnya dapat mendukung usulan tersebut.

"Iya, sekarang di DPR kan sedang membahas Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas). Kami dari Fraksi Partai Golkar mendorong agar Pendidikan Pancasila masuk ke dalam kurikulum di sekolah. Saat ini prosesnya sedang berjalan, mudah-mudahan fraksi-fraksi lain mendukung, sehingga dapat menjadi sebuah keputusan politik,” tuturnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense