Sebelumnya
Koordinator Juru Bicara DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra membantah syarat AHY harus diusung sebagai capres ataupun cawapres di Pilpres 2024 kepada parpol yang hendak berkoalisi.
Dijelaskan, pertemuan AHY dengan ketum parpol lain sejauh ini untuk mengedepankan pembahasan visi dan misi, platform koalisi, dan mencari chemistry.
Baca juga : Dewi Perssik, Angga Mewek Di Sidang Cerai
Sementara itu, Direktur Eksekutif Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (SIGMA), Hendra Setyawan menganalisa Partai Demokrat pasti menginginkan AHY berkontestasi di Pemilu 2024. Bahkan, beragam upaya dilakukan untuk menjagokan AHY.
Salah satunya, dengan melakukan pendekatan mengajak Golkar untuk berkoalisi di luar KIB. Belakangan, ajakan itu dimentahkan Partai Golkar.
Baca juga : Negeri Siaga Bencana
“Sikap ini bagian dari konsistensi upaya Partai Demokrat mengantarkan Ketum AHY di kontestasi Pilpres 2024,” ujar Hendra, kepada Rakyat Merdeka.
Menurutnya, kalau terlalu banyak partai yang bergabung, semakin sulit Demokrat menempatkan AHY di posisi Cawapres. “Ini lebih kepada upaya mengamankan AHY sebagai calon yang ditawarkan sebagai paket pasangan koalisi,” katanya.
Baca juga : Marshanda, Tak Hilang Di AS Dan Baik-baik Saja
Bukan tanpa sebab Partai Demokrat mengajak Partai Golkar. Partai berlambang Mercy ini sempat mesra dengan Beringin di era Pemerintahan SBY-Boediono. Partai Golkar, menjadi salah satu partai koalisinya.
Namun, partai yang kini dikomandoi Ketum AHY ini dalam posisi tidak terlalu diperhitungkan baik Pemilu 2014 dan 2019. Apalagi, partai ini mengambil jalan oposisi yang hanya berharap simpati publik yang kritis terhadap Pemerintahan. ■FAQ/BSH
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.