RM.id Rakyat Merdeka - Partai Demokrat menyoroti penurunan elektabilitas bakal calon presiden 2024 dari Koalisi Perubahan Untuk Persatuan (KPP), Anies Baswedan. Penurunan lantaran Anies tak kunjung memutuskan bakal cawapres.
Kepala Bappilu DPP Demokrat Andi Arief mendesak Anies segera mengumumkan jodohnya. "Jadi kita akan mengajukan usul kepada Pak Anies agar bulan Juni ini segera dideklarasikan agar tidak semakin dalam jaraknya, makin jauh jaraknya," kata Kepala Bappilu DPP Demokrat Andi Arief, Senin (5/6).
Baca juga : 1,2 Juta Anggota Majelis Dzikir Se-Banten Siap Menangkan Ganjar Presiden 2024
Jangan sampai fenomena ini membuat elektabilitas kandidat pasangan Anies ikut merosot. Sebaliknya, deklarasi bakal cawapres akan semakin memperkuat keinginan masyarakat terhadap perubahan. Sehingga hal itu diprediksi bisa mendorong kenaikan elektabilitas.
"Partai maupun mereka yang mau perubahan itu yakin dan mulai bergerak dan menaikkan kembali elektabilitas Pak Anies," tambahnya.
Baca juga : Faktor Erick Jadi Alasan Utama Argentina Mau Tampil Lawan Indonesia
Untuk itu, Andi menegaskan Demokrat akan mengevaluasi dukungan jika Anies tak kunjung mengumumkan bakal cawapres pada Juni. "Kalau Juni belum deklarasi berpasangan, kemungkinan Demokrat akan mengevaluasi," jelas dia.
Sebelumnya, hasil survei teranyar Indikator Politik Indonesia (IPI) menunjukkan elektabilitas bakal capres KPP Anies Baswedan, terus turun sejak Juli 2022. Dalam simulasi tiga nama yang dilakukan Indikator, elektabilitas Anies secara berturut-turut yakni 29,4 persen pada Juli 2022; Oktober 2022 28,4 persen; Januari 2023 24,2 persen; Februari 2023 24 persen; April 2023 22,2 persen; awal Mei 2023 21,8 persen; dan akhir Mei 2023 18,9 persen.
Baca juga : Gibran Masuk Bursa Cawapres
Elektabilitasnya kini terpaut jauh dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di posisi kedua dengan elektabilitas 34,2 persen dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto 38 persen.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.