BREAKING NEWS
 

Mangkir Dipanggil PBNU, Cak Imin Tidak Koperatif

Reporter & Editor :
MUHAMAD FIKY
Rabu, 21 Agustus 2024 20:00 WIB
Kiai Cholil Nafis bersama Ketua PBNU Umarsyah, Wasekjen PBNU M Najib Azca dan Suleman Tanjung jumpa pers di Plaza PBNU, Lantai 1, Jakarta Pusat, Rabu (21/8).

RM.id  Rakyat Merdeka - Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Muhammad Cholil Nafis menyayangkan tidak hadirnya Abdul muhaimin Iskandar alias Cak Imin.

Ia menganggap, bahwa Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul muhaimin Iskandar dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PKB Muhammad Hasanuddin Wahid dianggap tidak bisa diajak berkomunikasi setelah mangkir saat dipanggil oleh PBNU.

Hal itu disampaikan Kiai Cholil Nafis bersama Ketua PBNU Umarsyah, Wasekjen PBNU M Najib Azca dan Suleman Tanjung di Plaza PBNU, Lantai 1, Jakarta Pusat, Rabu (21/8).

"Kami memutuskan bahwa PKB tidak bisa koordinasi dengan PBNU. Tidak bisa komunikasi dengan PBNU yang secara historis ada hubungan erat dengan PBNU. Ini kesimpulan sementara," katanya.

Baca juga : Cak Imin Cemas Ada Muktamar Tandingan

"Kami tim yang dibentuk oleh PBNU sekian kali mengundang, termasuk ketua umum PKB. Kami juga mengundang Sekjen PKB dan dua-duanya sama-sama tidak hadir. Ya artinya secara kelembagaan kami mengundang untuk silaturrahim," katanya diawal sambutan.

Lebih lanjut, Kiai Cholil mengatakan, informasi mengenai ketidakhadiran Ketum dan Sekjen PKB akan diserahkan kepada tim panel seperti KH Anwar Iskandar dan Kiai Amin Said Husni dan setelah itu akan menjadi keputusan PBNU.

Adsense

"Mungkin itu tambahan dari saya," terangnya

Di samping itu, anggota Tim Panel Pansus bentukan Pleno PBNU, Umarsyah menyebutkan, bahwa pihaknya telah menunjukkan iktikad baik dengan mengundang secara resmi, menyampaikan agenda yang jelas, serta melakukan konfirmasi melalui berbagai dokumen dan informasi.

Baca juga : Verifikasi MKD: Tak Ditemukan Pelanggaran oleh Cak Imin dalam Timwas Haji DPR

"Tapi alhamdulillah ketidakhadiran beliau ini tentu tidak mendukung upaya konstruktif PBNU untuk melakukan perbaikan dari partai PKB ini. Padahal tidak terlampau banyak masalah yang akan kami angkat," katanya.

Lebih lanjut, Umarsyah mengatakan, bahwa PBNU berencana fokus pada tiga isu utama.

"Yang pertama masalah kewenangan-kewenangan dari Dewan Syuro (PKB) yang semakin hari semakin menipis, semakin bergeser ke Ketua Umum DPP PKB," katanya.

Kedua, kata Umarsyah, soal permusyawaratan yaitu PBNU juga ingin mendalami permasalahan seputar proses permusyawaratan di PKB. Ketiga soal tata kelola organisasi, hal itu menyangkut Isu terkait tata kelola organisasi PKB.

Baca juga : Kerusuhan Di Inggris, WNI Diminta Waspada Dan Hindari Keramaian

"Tiga hal ini yang kita fokus untuk melakukan pendalaman tetapi hari ini," tutupnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense