Dark/Light Mode

Makan Bergizi Gratis, Airlangga Pastikan Anggarannya Tidak Berubah

Kamis, 18 Juli 2024 08:15 WIB
Airlangga Hartarto. (Foto: Ist)
Airlangga Hartarto. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto memastikan, anggaran makan bergizi gratis tidak berubah. Menurut dia, anggarannya tetap dipatok Rp 15 ribu per porsi.

Hal tersebut dikatakan Airlangga membantah kabar anggaran makan bergizi gratis akan dipangkas dari Rp 15 ribu menjadi Rp 7.500 per porsi.

Airlangga menegaskan, anggaran makan bergizi gratis yang akan digunakan tetap sesuai dengan yang diajukan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2025, yaitu Rp 71 triliun untuk tahap pertama.

“Dalam RAPBN masih sama, tapi implementasi punya fleksibilitas,” kata Airlangga, di Kantor Kemenko Perekonomian, Selasa (16/7/2024).

Baca juga : Airlangga Tak Tertandingi

Isu pemangkasan anggaran program makan bergizi gratis pertama kali disampaikan Ekonom Verdhana Sekuritas, Heriyanto Irawan. Dalam kegiatan Market Outlook 2024 yang digelar secara daring, Heriyanto mengaku, telah bertemu dengan Tim Gugus Tugas Sinkronisasi Pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming.

Heriyanto kemudian menceritakan tim presiden terpilih masih mempertimbangkan untuk menurunkan biaya makanan per hari. Sebab, anggaran yang dibutuhkan di tahap pertama jumlahnya cukup besar, yakni Rp 71 triliun.

“Tim ekonomi presiden terpilih memikirkan apakah biaya makanan per hari itu bisa diturunkan dari Rp 15 ribu ke Rp 9 ribu atau Rp 7.500,” ujarnya, Selasa (16/7/2024).

Anggota Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Budiman Sudjatmiko mengatakan, berdasarkan hasil perhitungannya, penyediaan makanan yang memenuhi standar gizi berkualitas tak memerlukan biaya sampai Rp 15 ribu per porsinya.

Baca juga : Cuaca Bekasi Hari Ini Selasa (16/7) Panas Terik Dan Angin Kencang, Ini Info BMKG

“Itu sudah termasuk susu segar, telur, sayur dan buah, dengan menu protein berganti-ganti antara daging ayam, daging sapi dan daging ikan,” ujarnya dalam keterangan yang diterima, Rabu (17/7/2024).

Dengan begitu, menurutnya, tidak ada pengaruh penurunan kualitas gizi penerima manfaat jika harus ada penyesuaian harga per porsi. Asalkan sumber penyediaan bahan pangannya tidak melalui cara komersial, alias murni berbasis pasar konvensional.

Menurut dia, sumber penyediaan bahan pangan untuk program ini harus dengan mengaktifkan desa sebagai basis produksi pertanian/peternakan/perikanan. Kemudian, melakukan kluster swasembada program tingkat provinsi untuk mengurangi biaya distribusi dan logistik, hingga membentuk dapur-dapur non komersial secara merata dan dekat dengan target penerima manfaat.

Dalam skala penuh, kata Budiman, diperlukan 1.6 juta ton beras, 400 ribu ton daging ayam, 180 ribu ton daging sapi, hingga 4 juta kilo liter susu segar setiap tahunnya untuk makan bergizi gratis.

Baca juga : Buka PKN II, Menag Pastikan Akan Terus Lakukan Inovasi Digital

Menurut dia, alokasi anggaran awal yang direncanakan sebesar Rp 71 triliun di RAPBN 2025, mampu memberikan manfaat hingga 40 persen dari total calon penerima manfaat sebanyak 82,9 juta jiwa. “Mereka terdiri dari anak sekolah, santri, ibu hamil dan menyusui serta anak balita,” sebutnya.

Budiman menambahkan, program makan bergizi gratis ini adalah niat mulia dan strategis dari Prabowo-Gibran untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia melalui peningkatan kualitas gizinya. Sehingga tidak bisa diperlakukan sebagai bisnis komersial industri pangan belaka.

Dia pun percaya, jika desa-desa di tiap provinsi bisa memenuhi minimal 80 persen dari kebutuhan bahan pangan, maka biaya logistik bisa ditekan. “Jadi kami tak terpaku soal harga per porsi, melainkan melihat apakah bahan-bahan pokok pangannya bisa diproduksi di desa-desa,” ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengaku, sudah mengalokasikan anggaran untuk program makan bergizi gratis sebesar Rp 71 triliun dalam RAPBN 2025. Dia merinci, pelaksanaan program makan bergizi gratis akan dilakukan secara bertahap dan alokasi Rp 71 triliun merupakan anggaran untuk tahun pertama.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.