RM.id Rakyat Merdeka - Ketua Penyelenggara Rapimnas dan Munas XI Partai Golkar Bambang Soesatyo (Bamsoet) menuturkan, terpilihnya Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia secara aklamasi merupakan keputusan tepat. Hal ini menegaskan kuatnya tradisi musyawarah untuk mufakat dalam organisasi Partai Golkar, sebagaimana diamanatkan sila keempat Pancasila.
"Musyawarah mufakat adalah jalan kebijaksanaan, yang menghindarkan kita terjebak pada dikotomi mayoritas dan minoritas, yang dapat memicu keterbelahan," ucapnya, usai Penutupan Munas XI Golkar, di Jakarta, Rabu malam (21/8/2024).
Bamsoet melanjutkan, musyawarah adalah kunci implementasi demokrasi yang
sejati, ketika setiap suara dan aspirasi, semuanya sama dihormati dan dihargai. "Musyawarah juga menjadi cara paling egaliter dan elegan bagi kita untuk mencari titik temu dari berbagai sudut pandang, tanpa harus saling membenturkan perbedaaan yang melahirkan keterbelahan," imbuhnya.
Baca juga : Bamsoet: Di Bawah Kepemimpinan Bahlil, Golkar Siap Memenangkan Pilkada 2024
Bahlil merupakan kader yang terlahir dan dibesarkan Partai Golkar dari daerah dan sosok yang kompeten serta mumpuni. Kerasnya perjalanan kehidupan, telah menjadikannya sebagai pribadi yang tangguh dan mandiri.
"Karakter inilah yang menghantarkan Pak Bahlil sukses menjadi pengusaha dan menjabat sebagai Ketua Umum HIPMI periode 2015-2018. Hingga kemudian dipercaya sebagai Menteri Kabinet Indonesia Maju oleh Presiden Jokowi. Bercermin dari perjalanan hidup beliau, kiranya segenap kader Partai Golkar dapat belajar, bahwa kesuksesan adalah hasil dari kerja keras, kesabaran, dan ketekunan. Bukan hasil yang didapatkan secara instan," ujar Bamsoet.
Ketua MPR ini menjelaskan, ke depan, dinamika dan kontestasi politik di Tanah Air akan semakin menantang. Namun, pihaknya optimis, dengan mengedepankan keteguhan komitmen dan loyalitas dari seluruh kader, serta bermodalkan soliditas organisasi yang terus kita jaga dan pelihara, Partai Golkar akan mampu berjaya.
Dalam waktu dekat, lanjut Bamsoet, Indonesia akan menghadapi kontestasi Pilkada Serentak 2024. Dengan adanya putusan MK berkenaan dengan syarat ambang batas pencalonan kepala daerah, akan berpengaruh pada peta politik dalam penentuan calon kepala daerah yang akan diusung.
Baca juga : Ketum AMI: Pemerintahan Baru Harus Komit Terhadap Pelestarian Seni Budaya
"Namun, Golkar bukanlah partai kemarin sore. Kita pernah dihadapkan pada berbagai tantangan yang jauh lebih berat dari apa yang kita hadapi saat ini. Sejarah mencatat, kita tetap eksis menjadi partai besar, bukan karena kita tidak pernah menghadapi aral melintang, tapi justru karena kita sering ditempa dan ditimpa oleh berbagai cobaan dan ujian," kata Bamsoet.
Ketua Dewan Pembina Depinas SOKSI ini mengingatkan, bahwa partai politik termasuk Golkar, menjadi instrumen sentral dan strategis dalam sebuah sistem demokrasi. Di Indonesia, yang menganut sistem demokrasi Pancasila, parpol satu-satunya lembaga yang diakui Undang-Undang Dasar 1945 pasca-amandemen yang berhak menentukan pasangan calon presiden/wakil presiden dalam pemilihan umum. Rakyat tinggal memilih dari apa yang sudah ditentukan tersebut, termasuk dalam hal pemilihan gubernur, bupati dan walikota.
Posisi itu, lanjut Bamsoet, membuat parpol begitu kuat dan berkuasa. Terlebih, parpol juga satu-satunya lembaga yang diberi amanat undang-undang untuk menyeleksi pejabat publik baik di tingkat daerah maupun pusat melalui pemilu. Hampir semua pimpinan dan anggota komisi negara diseleksi parpol yang masuk atau lolos ke DPR.
Bahkan, seleksi Gubernur dan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, pimpinan dan anggota BPK, Komisi Yudisial, KPK, KPU, hakim agung, dan hakim konstitusi menjadi ranah parpol melalui kewenangan fraksinya di DPR. Begitu besar kekuatan parpol. Ironisnya, peran dan fungsi mereka tidaklah segendang-sepenarian dengan harapan masyarakat.
Baca juga : Romo Benny: Wujudkan Nilai Pancasila, Polri Harus Tingkatkan Keadaban Kepolisian
Bamsoet menegaskan, Golkar harus segera mengambil posisi untuk memenuhi harapan masyarakat menjadi solusi bagi berbagai masalah bangsa. Golkar harus mampu mencegah kehadiran parpol yang acap kali terkesan menjadi problem atau beban dari sistem demokrasi dan pemerintahan yang dihasilkan oleh pemilu.
"Seperti kata pepatah Yunani, Qui legitime sertaverit coronabitur, yang artinya siapa yang berjuang secara sah dan benar akan mendapatkan mahkota. Lalu, Victoria concordia crescit, keberhasilan hanya didapat dengan keharmonisan," pungkas Bamsoet.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.