RM.id Rakyat Merdeka - Partai Demokrat menghargai perjuangan kader yang berlaga di Pemilu 2024. Meski gagal ke parlemen,pengurus partai di tingkat daerah berinisiatif memberikan kompensasi melalui perhitungan suara yang diperoleh.
Di antara daerah yang memastikan memberikan kompensasi terhadap caleg gagal 2024 adalah Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Sulawesi Selatan (Sulsesl) dan Lampung.
Di Sulsel, kompensasi diberikan jika caleg tersebut meraih minimal 10 persen dari total suara sah di dapilnya.
Ketua DPD Partai Demokrat Sulsel Ni'matullah menjelaskan, nilai kompensasi kepada caleg gagal telah diatur dalam Peraturan Organisasi (PO) yang diterbitkan DPP Partai Demokrat.
“Misalnya di dapil Sulsel 1 suara kita itu kan 32.000. Yang dapat angka 3.200 atau lebih itu dapat kompensasi," kata Ni'matullah usai rapat koordinasi daerah (Rakorda) Demokrat Sulsel di Hotel Claro, di Makassar, Sulsel, Senin (16/9/2024).
Baca juga : Turunkan Kemiskinan, Tingkatkan Kesejahteraan
Namun, Ni'matullah belum merincikan berapa biaya per suara atas kompensasi yang didapat caleg kalah. Intinya, uang yang nanti didapat itu, merupakan hasil kontribusi kolektif yang diberikan anggota parlemen dari Partai Demokrat yang memenangkan kontestasi.
"Kami carikan formula supaya tidak memberatkan anggota DPRD (dari Demokrat-red). Karena satu sisi dia bayar kompensasi, di sisi lain dia bayar kontribusi,” katanya.
Menurutnya, setoran kontribusi dari caleg terpilih merupakan perjanjian yang telah disepakati sebelum mengikuti kontestasi. Nah, karena sifatnya perjanjian, maka perlu disepakati realisasinya, dengan rencana menyeragamkan nominal kompensasi untuk caleg gagal Partai Demokra se-Sulsel.
Dikatakan, kontribusi legislator terpilih masih akan diatur lebih lanjut. Namun, kontribusi tersebut akan disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah masing-masing.
"Supaya yang kemampuan fiskal daerahnya tinggi jumlah kontribusinya juga relatif tinggi. Kemampuan fiskal daerah itu menentukan tunjangan dan gaji anggota DPR," tambahnya.
Baca juga : Baliho Pilih Kotak Kosong Dipasang Di Titik Strategis
Dijelaskan Ni'matullah, penyesuaian kontribusi ini dilakukan agar tak memberatkan bagi legislator terpilih. Hal itu juga untuk meminimalisir legislator dari Demokrat menghalalkan segala cara untuk mencari tambahan penghasilan.
“Kita cari formula yang pas dan tidak membuat mereka harus sangat serakah di DPR-nya cari uang karena untuk memenuhi itu," pungkasnya.
Cara serupa diterapkan DPD Partai Demokrat Lampung. Sekretaris DPD Partai Demokrat Lampung Midi Iswanto menceritakan, skuad di daerahnya telah melakukan konsolidasi dan silaturahmi politik pasca Pemilu 2024.
"Setelah bersaing di Pileg, sekarang waktunya kita konsolidasi dan bersatu kembali," kata Midi, Senin (16/9/2024).
Diakui, Demokrat untuk pertama kalinya membuat terobosan baru terkait pemberian kompensasi bagi caleg yang kurang beruntung tidak terpilih di Pemilu 2024.
Baca juga : Masih Banyak Yang Tergiur PMI Ilegal
"Periode lalu mungkin ada keinginan menggulirkan komitmen tersebut, tapi tidak berjalan. Nah, kali ini komitmen tersebut akan kita laksanakan memberikan kompensasi untuk caleg yang belum terpilih," ujarnya.
Dijelaskan Midi, uang kompensasi tersebut dipotong dari pendapatan caleg terpilih dan dilantik jadi anggota dewan.
"Untuk besarannya dan cara menghitung nilainya bagaimana, silakan berkonsultasi dengan bendahara DPD Bapak Yozi Rizal," terangnya.
Midi berharap, pembagian kompensasi tersebut tidak gaduh. Sebab, pembagian tidak dilakukan langsung ke perorangan.Tetapi mekanismenya nanti akan dikelola di DPC masing-masing.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.