BREAKING NEWS
 

PKB Segera Usulkan Gus Dur Sebagai Pahlawan Nasional

Reporter : AHMAD LATHIF ROSYIDI
Editor : MUHAMAD FIKY
Sabtu, 14 Desember 2024 16:55 WIB
Ketua Umum DPP PKB, Abdul Muhaimin Iskandar acara Haul ke-15 Gus Dur yang diselenggarakan Badan Persaudaraan Antariman (Berani) yang merupakan Banom (badan otonom) PKB di Ruang Delegasi, Gedung Nusantara V, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat malam (13/12).

RM.id  Rakyat Merdeka - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengusulkan nama Presiden ke-4, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) agar secepatnya ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional.

Sebelumnya, Fraksi PKB MPR menjadi inisiator keluarnya keputusan MPR agar soal tidak berlakunya lagi Ketetapan (TAP) MPR Nomor II/MPR/2001 tentang Pertanggungjawaban Presiden KH Abdurrahman Wahid. TAP tersebut menyangkut pemberhentian Gus Dur dari kursi Presiden.

Ketua Umum DPP PKB, Abdul Muhaimin Iskandar mengatakan, Gus Dur sangat layak menyandang gelar Pahlawan Nasional karena semasa hidupnya secara konsisten dan gigih memperjuangkan kebhinekaan, keberagaman, persaudaraan, persatuan, dan kemanusiaan.

"Hari ini, kita bisa menikmati berbagai keadaan karena jerih payah dan pengorbanan yang Gus Dur berikan kepada bangsa kita,” ujar Gus Muhaimin dalam acara Haul ke-15 Gus Dur yang diselenggarakan Badan Persaudaraan Antariman (Berani) yang merupakan Banom (badan otonom) PKB di Ruang Delegasi, Gedung Nusantara V, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat malam (13/12).

Muhaimin mengatakan, perjuangan Gus Dur harus dilanjutkan oleh semua anak bangsa sehingga terwujud dalam seluruh aspek kehidupan berbangsa dan bernegara.

Baca juga : BPJS Ketenagakerjaan Peringati Satu Dekade Lewat Berbagai Capaian Positif

"Saya dan PKB salah satu yang ingin terus melanjutkan apa yang menjadi spirit dan semangat perjuangan Gus Dur. Di tempat ini PKB telah bersama-sama MPR meneguhkan kembali bahwa Gus Dur tidak pernah melakukan kesalahan konstitusional di dalam memimpin pemerintahan," tutur

Menko Pemberdayaan Masyarakat ini. Cicit pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Bisri Syansuri ini berharap, gelar Pahlawan Nasional untuk Gus Dur tidak lama lagi akan terwujud.

"Saya mendengar Berani dan kita semua menginisiasi untuk mengusulkan Gus Dur menjadi pahlawan nasional. Semoga tidak lama lagi terwujud. Meskipun Gus Dur tentu tidak membutuhkan itu, tetapi bangsa ini membutuhkan sosok Gus Dur untuk terus menjadi inspirasi kita semua,” katanya.

Sejumlah tokoh hadir dan ikut menandatangani dukungan agar Gus Dur ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional.

Adsense

Antara lain, tokoh Katolik Romo Frans Magnis Suseno, Ketua Umum DPP Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia Budi S Tanuwibowo, Ketua Umum Parisada Hindu Dharma Indonesia Pusat Wisnu Bawa Tenaya. Ada pula Gus Nuril, mantan Panglima Pasukan Berani Mati era Gus Dur, Kepala Wisma Sangha Theravada Indonesia YM Bhikkhu Dharmasubho, Ketua Umum Sidode Gereja Masehi Injili Di Timor, NTT Pendeta Samuel Benyamin Pandie, Ketua Umum Amir Nasional JAI Bapak Mirajudin Sahid, Wakil Ketua Harian DPP PKB, Nadya Alfi Roihana, dan sejumlah tokoh lainnya.

Baca juga : Sekjen PKS Setuju Usulan Prabowo Soal Evaluasi Pilkada

Sementara itu, Wakil Ketua MPR dari Fraksi PKB Rusdi Kirana mengatakan, pihaknya segera melakukan Focus Group Discussion (FGD) untuk merumuskan tahapan-tahapan prosedural yang harus dilalui agar Gus Dur bisa segera diajukan sebagai Pahlawan Nasional.

Bos Lion Air Group ini mengungkapkan, sbelumnya Fraksi PKB MPR RI telah berinisiatif untuk mengembalikan nama baik Presiden K.H. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur melalui pencabutan Ketetapan atau Tap MPR Nomor II/MPR/2001 tentang Pertanggungjawaban Presiden K.H. Abdurrahman Wahid.

Atas usulan Fraksi PKB MPR RI, MPR pun resmi mencabut Ketetapan (Tap) MPR Nomor II Tahun 2001 dalam Sidang Paripurna MPR Akhir Masa Jabatan 2019-2024 pada 25 September 2024. Tap MPR Nomor II Tahun 2001 tersebut mengenai pemberhentian K.H. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dari jabatannya sebagai Presiden RI.

Melalui keputusannya, MPR menegaskan kedudukan hukum Tap MPR No. II/MPR/2001 tidak berlaku lagi.

"PKB akan segera mengusulkan Gus Dur untuk bisa dikukuhkan sebagai Pahlawan Nasional. Walaupun sebenarnya dalam hati kami, termasuk saya, Gus Dur sudah Pahlawan Nasional,” kata Rusdi.

Baca juga : Pemerintah Percepat Monetisasi Lapangan Gas untuk Ketahanan Energi Nasional

Secara pribadi, Rusdi Kiranamengaku, mempunyai kesan mendalam ketika berjumpa pertama kali dengan Gus Dur di Solo pada 2004 silam.

"Tujuan bertemu Gus Dur adalah untuk mengucapkan terima kasih karena melalui Gus Dur, kami yang selama ini merayakan Tahun Baru Imlek secara tersembunyi bisa merayakannya secara terbuka. Itulah tujuan saya bertemu dengan Gus Dur,” sambungnya.

Rusdi mengaku sebagai 'korban' orang yang paling merasakan perjuangan yang dilakukan Gus Dur.

"Saya menjadi 'korban' Gus Dur, yaitu korban dari perjuangan yang dilakukan oleh Gus Dur dalam mengamalkan Pancasila sehingga saya menjadi salah satu minoritas yang merasakan kenikmatan persaudaraan di negeri kita yang tercinta,” ucapnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense