BREAKING NEWS
 

Gelar Halaqoh Siyasah Dan Santri

PKB: Para Gus Dan Kiai Penting Terjun Ke Politik

Reporter : FAQIH MUBAROK
Editor : WIDIA SAPUTRA
Minggu, 12 Januari 2025 07:20 WIB
Halaqah Siyasah dan Harokah Santri Volume 2 di Pondok Pesantren Hidayatul Faizien (Pesantren Urug Nanggoh Desa Cikedokan, Bayongbong, Garut. (Foto: Instagram syaifulhooda).

RM.id  Rakyat Merdeka - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) rutin menggelar Halaqoh Siyasah dan Harokah Santri di berbagi wilayah. Ngerti politik dinilai fardlu ain (wajib) hukumnya, bagi para gus & kiai.

Kali ini giliran Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKB Jawa Barat (Jabar) menggelar Halaqoh Siyasah dan Harokah Santri Volume 2 di Pondok Pesantren Hidayatul Faizien, Pesantren Urug Nanggoh Desa Cikedokan, Bayongbong, Garut, Jumat (10/1/2025) malam).

Acara diikuti para ajengan anom se-Jawa Barat. Hadir juga Ketua DPW PKB Jabar Syaiful Huda, Wakil Ketua Dewan Syuro DPW PKB Jabar KH. Abubakar, Sekretaris DPW PKB Jabar Acep Jamaludin, Wakil Ketua DPW PKB Jawa Barat H. Oleh Soleh, Ketua Panitia KH. Aceng Malki, Fraksi PKB DPRD Jabar, dan Fraksi PKB DPRD Garut.

Sebagai pembicara, tampak KH. Hasan Syukri Zamzam Mahrus dari Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, KH. Abdusalam Shohib (Gus Salam) dari Pondok Pesantren Mambaul Maarif Denanyar, Jombang, Gus Faris dari Pondok Pesantren Buntet Cirebon, dan KH. Aceng Abdul Mujib dari Pondok Pesantren Fauzan.

Baca juga : Kongres Ke-6 PDIP Diusulkan Di Solo

Ketua DPW PKB Jawa Barat, Syaiful Huda menegaskan, dalam tradisi Aswaja Anahdliyah, gerakan dakwah dan gerakan politik tak dapat dipisahkan.

"PKB, menggerakkan tradisi Islam yang luhur, Aswaja Annahdliyah ini jadi napas perjuangan," kata Syaiful Huda, dalam rilisnya, Sabtu (11/1/2025).

Adsense

Bagi PKB, kiai, gus, dan ajengan, wajib meraih kemenangan lewat politik. Hal ini adalah jalan terbaik untuk menjaga kehormantan dan perjuangan tradisi Aswaja Annahdliyah. "Karena itu, PKB menyatukan gerakan Islam dan gerakan politik," sebutnya.

Senada, Gus Salam juga menekankan pentingya para kiai, ulama, dan santri, paham politik. Agar, para kiai dan umatnya, tidak lagi hanya menjadi objek dalam politik.

Baca juga : Pastikan, Keselamatan Para ASN Dan Keluarganya

"Kata Kiai Mahrus (KH. Mahrus Ali, ulama kharismatik pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo). Kiai harus tahu politik, kalau tidak nanti akan dipolitiki. Bahkan, saya menerjemahkannya secara ekstrem, kiai fardlu ain (wajib) ngerti politik," tutur Gus Salam.

Gus Salam juga menjelaskan, dakwah keagamaan sebagaimana yang dilakukan para ajengan anom, harus memiliki kebanggaan. Tanpa dilandasi dengan kebanggaan, salah satunya adalah berpartai, dakwah tak akan sempurna.

Dalam kesempatan ini, Gus Salam juga mengucapkan selamat kepada DPW PKB Jabar atas pencapaiannya dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pilkada serentak 2024.

"DPW PKB Jawa Barat paling pesat perkembangannya baik di dalam Pileg maupun Pilkada. Mendapat kepemimpinan itu adalah suatu hal yang penting di hari ini sebagai bentuk perjuangan dan dakwah kita," ucapnya.

Baca juga : Program MBG Jadi Motor Penggerak Perekonomian

Sedangkan KH. Aceng Abdul Mujib menyampaikan pentingnya politik sebagai instrumen yang menentukan kebijakan untuk hajat hidup masyarakat banyak. Dicontohkan, hanya lewat kebijakan, Garut bisa berubah jadi Kabupaten termiskin jadi terkaya. FAQ

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 4, edisi Minggu, 12 Januari 2025 dengan judul "Gelar Halaqoh Siyasah Dan Santri, PKB: Para Gus Dan Kiai Penting Terjun Ke Politik"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense