RM.id Rakyat Merdeka - Partai Gerindra menyemangati generasi muda untuk berdikari di bidang ekonomi. Salah satunya, menjadi entrepreneur dengan menciptakan usaha sendiri.
Dibandingkan bergantung kepada pemerintah dalam mencari pekerjaan. Sebaiknya menggali kemampuan diri untuk menjadi entrepreneur.
“Kalau punya kreativitas, jadilah pengusaha, jadilah entrepreneur, daripada ngomel nggak ada kerjaan. Bikin kerjaan buat teman-teman. Kalau, misalnya, bisa masak, bikinlah bisnis kuliner, bisa jahit, bikinlah bisnis fesyen,” kata Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Rahayu Saraswati, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (27/2/2025).
Baca juga : Pemkab Tasikmalaya Angkat Tangan Danai PSU
Perempuan yang akrab disapa Saras ini berkelakar, jika generasi muda masih mengharapkan lowongan pekerjaan dari pemerintah, hal itu mencerminkan pola pikir era kolonial, di mana rakyat bergantung pada pemimpinnya atau priyayi untuk memberikan pekerjaan.
Di era teknologi saat ini, anak muda sebaiknya tidak hanya mengandalkan sektor-sektor industri yang telah memasuki masa otomasi atau teknologi yang menggunakan mesin dan komputerisasi. Menurutnya, masih banyak sektor bisnis lain yang potensial untuk dikembangkan.
“Walaupun dengan catatan sebenarnya banyak yang nanti akan secara industri itu besar. Agroindustri pasti akan tetap besar dan diprediksi akan meningkat, karena food security kita salah satu fokus utamanya Presiden,” ujarnya.
Baca juga : Mandiri & Mind ID Dukung Danantara Kerek Ekonomi
Selain mendorong generasi muda untuk berwirausaha, Saras juga mengajak mengelola keuangan dengan berinvestasi. Menurutnya, mengandalkan tabungan atau uang yang disimpan tidak akan cukup untuk memenuhi kebutuhan finansial di masa depan.
“Kalau masih dengan pemikiran seperti itu, nanti 10 tahun kemudian udah saatnya anak-anaknya masuk kuliah, duitnya nggak cukup. Sebaiknya berinvestasi,” cetusnya.
Soal investasi, keponakan Presiden Prabowo ini menyoroti langkah pemerintah yang telah meresmikan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara). Menurutnya, Presiden memiliki target yang jelas terhadap badan investasi tersebut.
Baca juga : Mendag Patok Transaksi Ratusan Triliun Rupiah
Dijelaskan, dari sekian banyak dana yang diinvestasikan, pemerintah menargetkan agar badan tersebut dapat menghasilkan dividen berkali-kali lipat. Pemerintah juga merencanakan berbagai megaproyek yang investasinya akan dikelola Danantara, salah satunya proyek hilirisasi.
“Ada 20 sampai 25 yang akan diinvestasikan. Salah satunya bauksit, dan segala macam hilirisasi yang nilai tambahnya untuk ekonomi Indonesia itu bisa sampai 32 kali lipat,” pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.