RM.id Rakyat Merdeka - Spekulasi mengenai Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) semakin menguat.
Terlihat bagaimana sang ketua umumnya, Kaesang Pangarep menyambut baik soal menganti nama Partai Terbuka, sebuah konsep yang sebelumnya pernah digagas oleh Jokowi.
Di sisi lain, meski Jokowi dekat dengan berbagai partai, mantan Gubernur Jakarta itu hingga sekarang belum memiliki kendaraan politik baru usai keluar dari PDIP.
Baca juga : Bakal Jadi Partai Super Terbuka, Pengamat Sebut Jokowi Berpeluang Gabung PSI
Menanggapi isu tersebut, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai NasDem, Hermawi Taslim mengatakan, kedekatan partainya dengan Jokowi merupakan silahturahmi politik pihaknya.
Dia mengungkapkan, menghormati pilihan Jokowi, termasuk jika nantinya akan merapat ke PSI.
"NasDem mengembangkan politik silahturahmi, senantiasa berusaha dekat dan dialogis dengan semua kalangan, termasuk tapi tidak terbatas hanya dengan Jokowi," kata Hermawi saat dikonfirmasi.
Baca juga : Jokowi: Lha, Yang Mulai Siapa?
"Dan NasDem senantiasa menghormati pilihan politik semua pihak. Jadi ya biasa-biasa saja kalau seseorang dilihat mendekat dengan parpol tertentu, seumpama Jokowi dianggap dekat dengan PSI, itu biasa saja," sambungnya.
Meski demikian, Hermawi mengaku belum mengetahui dengan pasti apakah Jokowi benar-benar akan bergabung dengan PSI.
"Merapat kemana itu hak konstitusional Jokowi," pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.