RM.id Rakyat Merdeka - Anggota DPR sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengapresiasi dan mendukung Jimly School of Law and Government menggelar Jimly Award bagi pejuang penegak demokrasi dan konstitusi. Bamsoet menegaskan, untuk memperbaiki bangsa ini, harus dimulai dari partai politik (parpol). Karena parpol merupakan tulang punggung demokrasi yang menjadi titik pangkal paling penting bagi proses terciptanya penyelenggaraan negara yang baik.
Parpol memegang peran sangat penting dalam menentukan arah kebijakan negara, baik di tingkat legislatif, eksekutif, maupun yudikatif. Dalam UUD 1945 diatur, yang dapat mengusung pasangan calon presiden dan wakil presiden dalam pemilihan umum adalah parpol.
Parpol juga diberi amanat oleh undang-undang untuk menyeleksi pejabat publik di tingkat daerah maupun pusat, baik melalui Pemilu ataupun Pilkada. Seleksi gubernur dan deputi gubernur senior Bank Indonesia, pimpinan dan anggota BPK, Komisi Yudisial, KPK, KPU, hakim agung, hakim konstitusi, Panglima TNI, Kapolri, dan Jaksa Agung melalui kewenangan parpol dengan proses fit and proper di DPR.
Baca juga : Pelita Air Dan Elnusa Kerja Sama Layanan Penerbangan Korporasi
Karenanya, kata Bamsoet, untuk membenahi berbagai persoalan bangsa harus dimulai dengan pembenahan partai politik yang merupakan hulu demokrasi. “Semakin kuat dan sehatnya kondisi partai politik, semakin memudahkan terwujudnya hilir demokrasi berupa kemakmuran dan kesejahteraan rakyat," ujar Bamsoet, saat menjadi Keynote Speaker dalam acara Kick Off Jimly Award, di Jakarta, Kamis (17/4/2025).
Peluncuran Jimly Award merupakan terobosan strategis untuk menghidupkan kembali semangat penegakan demokrasi dan konstitusi di Indonesia. Peluncuran ini dihadiri Ketua MPR Ahmad Muzani, dan pendiri Jimly School of Law and Government Prof Jimly Asshiddiqie dan dihadiri para tokoh dan akademisi dari berbagai perguruan tinggi.
Bamsoet menjelaskan, peluncuran Jimly Award merupakan momen strategis dan penting untuk mengingatkan semua bahwa demokrasi bukan hanya sekedar Pemilu, soal angka-angka mayoritas atau minoritas. Pemilu juga tentang upaya mewujudkan masyarakat yang adil, makmur dan sejahtera.
Baca juga : Terima Ketua Kadin Arab Saudi, Bamsoet Dorong Penguatan Kemitraan Strategis
Data kondisi demokrasi dan kebebasan sipil Indonesia menunjukkan tren menurun selama beberapa tahun terakhir. Menurut Economist Intelligence Unit (EIU), Indeks Demokrasi Indonesia turun ke skor 6,44 pada 2024 dan menempatkan Indonesia di peringkat 59 dari 167 negara dan masuk kategori "flawed democracy". Sementara, data Amnesty International mencatat kebebasan sipil di Indonesia banyak mengalami tantangan, dan kasus-kasus pelanggaran hak asasi manusia terus terjadi.
"Di sinilah peran pejuang konstitusi menjadi sangat penting untuk menegakkan keadilan dan melindungi hak-hak masyarakat. Jimly Award menjadi bukti komitmen untuk menghargai mereka yang tanpa henti memperjuangkan keadilan, meskipun dalam kondisi yang tidak menguntungkan," kata Bamsoet.
Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia ini menambahkan, Jimly Award tidak hanya mengapresiasi individu-individu yang berani memperjuangkan prinsip demokrasi dan konstitusi, tetapi juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berperan aktif. Kesadaran kolektif untuk menjaga dan melestarikan nilai-nilai konstitusi harus ditumbuhkan dalam setiap elemen bangsa. Sekolah, universitas, organisasi masyarakat sipil, serta media massa harus turut andil dalam mengedukasi dan memberikan ruang bagi diskusi menyangkut pentingnya demokrasi dan konstitusi.
Baca juga : Gus Irfan Tinjau Area Armuzna, Pastikan Kesiapan Penyelenggaraan Haji 2025
"Dalam iklim yang sering kali penuh dengan ketidakpastian, Jimly Award memberikan sinyal positif bahwa upaya penegakan hukum yang adil dan transparan bukanlah hal yang sia-sia. Dengan penghargaan ini, diharapkan individu dan kelompok yang berkomitmen untuk menegakkan demokrasi dan konstitusi dapat menjadi contoh bagi generasi mendatang," pungkas Bamsoet.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.