BREAKING NEWS
 

Calon Eksternal Bentuk Ikhtiar Selamatkan PPP, Bukan Obral Partai

Reporter & Editor :
MARULA SARDI
Rabu, 4 Juni 2025 20:46 WIB
Lambang PPP. (Foto: Humas PPP)

RM.id  Rakyat Merdeka - Muktamar Partai Persatuan Pembangunan (PPP) akan digelar pada September 2025, sejumlah tokoh luar partai disebut-sebut masuk radar partai untuk menjadi calon ketua umum partai.

Munculnya tokoh eksternal partai antara lain diungkapkan Ketua Majelis Pertimbangan PPP, Romahurmuziy atau Rommy. Namun, langkah Gus Rommy dituding Wasekjen DPP PPP Rapih Herdiansyah sebagai  manuver politik pribadi dan menjual partai.

Sekretaris DPC PPP Tangerang  Ahyani menegaskan saat ini PPP sedang mencari figur calon ketua umum yang dianggap mampu membawa partai kembali ke Senayan. Karena itu berbagai pandangan dan masukan terkait tokoh calon ketua umum harus dihargai dan tidak perlu menyalahkan apalagi menuding obral partai.

Baca juga : Jabatan Ketua Umum PPP Bukan Barang Dagangan

"Bagi kami apa yang dilakukan oleh Ketua Majelis Pertimbangan bukan obral atau jual partai.Justru orang yang suka menggunakan istilah obral atau dagangan itu ya dia sendiri itu pedagangnya. Tapi seakan-akan tuduhannya dialamatkan ke orang lain," Sekretaris DPC PPP Tangerang  Ahyani dalam rilisnya kemarin.

Sebelumnya Wasekjen DPP PPP Rapih Herdiansyah menuding Gus Rommy  menjual dan mengobral partai dengan mencari figur calon ketua umum dari luar.

Adsense

Menurut Ahyani apa yang dilakukan Rommy merupakan bentuk ikhtiar untuk mengembalikan PPP ke parlemen pascagagal di Pemilu 2024. Gus  Rommy merupakan figur yang berpengalaman di partai di mana pernah menjadi ketua umum, sekjen hingga anggota DPR 2 periode, sehingga perlu didengar masukannya. 

Baca juga : Cuaca Besok Di Tangerang Selasa (29/4) Dominan Mendung, Apakah Hujan Atau Panas?

"Memang realistis PPP wajib melakukan perubahan, jika PPP tetap dikelola dengan manajemen kepemimpinan yang ada saat ini, mustahil PPP bisa bangkit kembali," ucapnya.

Ahyani mengatakan dirinya pernah menjadi anggota DPRD dua periode, berarti dua kali masa kepemimpinan. Karena itu pihaknya  juga bisa merasakan bagaimana susah payah untuk berjuang meningkatkan elektoral partai. 

"Jadi saya minta kepada Wasekjen DPP Rapih Herdiyansyah agar hati-hati mengeluarkan pernyataan apalagi terhadap senior partai yang sudah memiliki pengalaman politik lebih tinggi," tegas dia. 

Baca juga : Cuaca Besok Di Jakarta, Selasa (29/4), Info BMKG: Cerah Tapi Gerah!

Ahyani yang juga Ketua GPK PPP Banten mengungkapkan  Rapih sebagai Pengurus DPP ini menjadi caleg saja baru sekali. Hasilnya  hanya memperoleh 525 suara, padahal hanya menjadi caleg tingkat provinsi.

"Sebaiknya saudara Rapih ngaca diri dulu, gak usah banyak bicara jika faktanya gak ada kinerjanya," ujar dia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense