Dark/Light Mode

Tak Elok Ditawar-tawarin Ke Eksternal

Jabatan Ketua Umum PPP Bukan Barang Dagangan

Jumat, 30 Mei 2025 07:23 WIB
Juru Bicara DPP PPP Usman Muhammad Tokan. Foto: Istimewa
Juru Bicara DPP PPP Usman Muhammad Tokan. Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - Sepanjang sejarah Partai Persatuan Pembangunan (PPP), belum pernah ada Muktamar yang memilih calon eksternal menjadi ketua umumnya. Partai berlambang Ka’bah ini, selalu menempatkan kader terbaiknya sebagai pemimpin.

"Perlu dicatat, setiap Muktamar selama ini selalu melahirkan ketua umum dari kalangan internal," kata Juru Bicara DPP PPP Usman Muhammad Tokan, kepada Rakyat Merdeka, Selasa (27/5/2025).

Pernyataan ini merupakan respons terhadap munculnya usulan tokoh eksternal di bursa Caketum PPP. Misalnya, Menteri Pertanian Amran Sulaiman yang terang-terangan didukung Ketua Majelis Pertimbangan PPP Muhammad Romahurmuziy alias Gus Romy dan pengusaha Haji Isam.

"Kalau soal keterlibatan Bapak Haji Isam terkait Pak Amran, silakan ditanyakan ke Gus Romy. Kemudian, apakah Pak Amran berminat atau tidak, kami juga tidak tahu," ujarnya.

Menurutnya, ramainya calon eksternal di bursa Caketum PPP termasuk Amran cukup direspons kader-kader di daerah. Menurutnya, ada yang senang, tetapi banyak juga yang menolak kepemimpinan nonkader.

Baca juga : MK Tolak Pembatasan Jabatan Ketum Parpol

"Ada yang mempertanyakan ketika PPP berdarah-darah di Pemilu Legislatif 2024, para kandidat dari eksternal ini lagi pada di mana ya?" geregetnya.

Menuju Muktamar PPP yang akan digelar antara Agustus-September 2025, Tokan menyerukan kandidat dari kalangan internal melakukan sosialisasi program kerja untuk membangun partai lima tahun ke depan. Termasuk, turun gunung ke basis massa partai.

Dalam pemantauannya, saat ini baru Plt. Ketum Muhamad Mardiono yang muncul sebagai jagoan di beberapa Musyawarah Kerja Wilayah (Mukerwil) yang turun gunung.

Termasuk, Sekretaris Jenderal PPP Arwani Thomafi yang turun ke daerah sekalipun belum terdengar dukungannya.

"Pak Sandiaga Salahudin Uno dan Amir Uskara dipersilakan melakukan komunikasi politik dengan para pemegang mandat di muktamar nanti," katanya.

Baca juga : Kemendag Temukan Ada Barang Bajakan Dan Ilegal

Meskipun sejarah mencatat kader internal sebagai pemenang Muktamar PPP, tidak menutup kemungkinan tokoh eksternal memimpin PPP. Caranya, dengan mengubah Anggaran Dasar atau Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) hasil Muktamar lalu ihwal syarat Caketum PPP.

'Apakah ini bisa berubah atau tidak, sepenuhnya diserahkan kepada muktamirin di muktamar. Bahkan, bisa juga terjadi proses aklamasi, musyawarah untuk mufakat. Mari sama-sama kita tunggu perkembangan lebih lanjut," pintanya.

Sementara, Ketua Mahkamah PPP Ade Irfan Pulungan justru berharap Presiden ke-7 Indonesia Joko Widodo alias Jokowi bersedia menjadi Ketum PPP. Mimpinya, PPP di bawah komando Jokowi bisa kembali ke DPR-RI pada Pemilu 2029.

"Kalau ada yang menawarkan beliau menjadi Ketua Umum PPP, itu sangat luar biasa. Dan kalau dia merespons itu, menurut saya sebuah anugerah bagi PPP," ujar Irfan, Selasa (27/5/2025).

Sedangkan, Wakil Ketua Umum DPP PPP Rusli Effendi geregetan atas sikap elite PPP yang terkesan menawarkan jabatan ketua umum partai kepada orang-orang di luar PPP.

Baca juga : KBRI Tokyo Berikan Pembekalan Kepada 209 Peserta Magang Di Jepang

Menurut Rusli, banyak calon dari internal PPP yang mumpuni dan pantas untuk menjadi ketua umum.

"Sangat tidak etis, seperti mengeksploitasi partai, dan seolah-olah ini merupakan barang dagangan," kata Rusli di Jakarta, Selasa (27/5/2025).

Rusli menggaransi, sebagai kader yang bergerak dari bawah, calon dari internal PPP masih mumpuni dan pantas, tentunya tudak kalah dengan tokoh-tokoh eksternal.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.