BREAKING NEWS
 

Perolehan Kursi DPRD Stagnan

PDIP Bali Semprot Banteng Buleleng

Reporter : ALFIAN SIDIK
Editor : ABDUL SHOMAD
Minggu, 22 Juni 2025 07:20 WIB
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Bali, I Wayan Koster. (Foto: Instagram/kostergubernurbali)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Bali, I Wayan Koster memberikan peringatan keras kepada Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Buleleng. Koster menyoroti hasil Pemilu 2024 lalu dengan perolehan kursi di DPRD yang stagnan dengan 18 kursi.

Koster mengatakan, meski PDIP masih mendominasi di Buleleng, namun mengalami stagnasi pada perolehan 18 kursi menjadi evaluasi khusus DPD PDIP Bali. Gubernur Bali dua periode ini meminta pengurus DPC PDIP Buleleng dan seluruh kadernya bekerja lebih keras dan lebih serius lagi.

“Buleleng target harus naik. Bupati-Wakil Bupati kader masak dapat 18 dari 45 kursi (DPRD Buleleng), tidak benar itu,harus lebih kerja keras lagi, lebih serius,” kata Koster saat membuka lomba final mixologiarak Bali di RTH Taman Bung Karno, di Kelurahan/Kecamatan Sukasada, Buleleng, Jumat (20/6/2025).

Dia membandingkan kerja keras yang ditunjukkan DPC PDIP Tabanan di bawah ko­mando Ketua DPC I Komang Gede Sanjaya. Komang Sanjaya membuktikan diri sebagai ketua DPC PDIP Tabanan dari 22 kursi menjadi 28 kursi dan naik lagi 31 kursi di Pemilu 2024 lalu.

“Pak Komang Sanjaya sejak minta jadi Ketua DPC kerja se­rius sebagai kader. Karangasem masih jauh, Badung, Gianyar, Bangli sudah oke, Klungkung, Denpasar dan Jembrana sudahmulai (menunjukkan kerja keras), Buleleng belum, harus lebih progresif lagi untuk pemilu yang akan datang,” imbuhnya.

Baca juga : Sekuriti Ungkap Kode Transferan Dengan Istilah “Jumlah Kamar”

Koster mengancam, PDIP tidak akan mendukung kembali pasangan Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra dan Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna di Pilkada berikutnya. Dia menga­takan, kalau sampai tidak jadi 25 (kursi), cukup satu periode jadi Bupati-Wakil Bupati. “Jadi, tunjukkan prestasi dengan baik,” tegasnya.

Sementara terkait acara finalmixologi arak Bali, Koster menuturkan, belasan merek arak Bali telah merambah pasar internasional. Belasan merek minuman beralkohol khas Bali itu, bahkan telah diekspor ke China. Bali, kata dia, memiliki lebih dari 65 merek arak dengan kemasan modern.

“Empat belas di antaranya, bahkan telah menembus pasar internasional melalui Bandara Ngurah Rai dan ekspor ke Tiongkok (China),” ujar Koster dalam sambutannya.

Adsense

Dia mengatakan, arak Bali telah diakui sebagai minuman tradisional yang sah karena telah diatur melalui Peraturan Gubernur (Pergub) Bali Nomor 1 Tahun 2020. Menurutnya, arak Bali sudah bisa bersaing dengan minuman beralkohol impor.

“Penggunaan arak Bali meningkat drastis di hotel berbin­tang dan restoran, menggantikan impor alkohol luar negeri,” imbuh Koster.

Baca juga : BUMD Didorong Ikut Atasi Pengangguran

Final mixologi arak Bali itu diikuti oleh 84 peserta dari seluruh Bali. Koster berharap kegiatan tersebut bermanfaat bagi perkembangan profesi mixology, barista, maupun bar­tender profesional.

“Astungkara, setiap tahun jumlah peserta meningkat. Pemenang tidak hanya mendapat prestasi, tapi juga peluang ekonomi nyata,” imbuh Koster.

Ketua DPC PDIP Buleleng, Gede Supriatna mengatakan, pihaknya menerima teguran Ketua DPD PDIP Bali tersebut. Supriatna pun mengakui seluruh kader Banteng Buleleng harus kerja keras dan serius untuk mencapai target yang diberikan DPD Bali.

“Kami harus kejar, walaupun memang dinamika politik di Buleleng lebih demokratis dan ter­buka dibandingkan di kabupaten/kota lain di Bali,” kata Supriatna.

“Kami akan lebih banyak turun ke masyarakat untuk bisa meraih simpati masyarakat di Pileg, Pilpres maupun Pilkada yang akan datang,” tambah Supriatna yang juga Wakil Bupati Buleleng ini.

Baca juga : Real Madrid Vs Pachuca, Tidak Boleh Tergelincir

Mantan Ketua DPRD Buleleng ini memastikan, sejumlah strategi sudah disiapkan sebagai solusi penambahan kursi di Pemilu 2029 mendatang. Banteng Buleleng, kata dia, akan terus bergerak, berpikir dan menyusun strategi, khususnya saat perhela­tan politik. “Kami rasa akan lebih banyak program kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.

Untuk diketahui sebanyak 45 kursi DPRD Buleleng pada Pileg 2024 lalu terdiri atas 18 kursi PDIP, 11 kursi Golkar, 6 kursi NasDem, 4 kursi Gerindra, 3 kursi Demokrat, 2 kursi Hanura, dan 1 kursi diraih PKB.

Adapun sebaran kursi DPRD Buleleng periode 2024-2029 dari PDIP, yakni Dapil Buleleng 1 (Kecamatan Buleleng) ada 3 kursi, Dapil Buleleng 2 (Kecamatan Sawan) 2 kursi, Dapil Buleleng 3 (Kecamatan Kubutambahan) 3 kursi, Dapil Buleleng 5 (KecamatanGerokgak) 3 kursi, Dapil Buleleng 6 (Kecamatan Seririt)2 kursi, Dapil Buleleng 7 (Kecamatan Busungbiu) 2 kursi, Dapil Buleleng 8 (Kecamatan Banjar) 1 kursi, dan Dapil Buleleng 9 (Kecamatan Sukasada) 2 kursi. [ASI]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense