Dark/Light Mode

Dimulai Kemarin, Evakuasi WNI Dari Iran Pakai Bus Dan Hercules

Sabtu, 21 Juni 2025 08:00 WIB
Menko bidang Politik dan Keaman­an (Menko Polkam) Budi Gunawan. (Foto: Dok. Kemenko Polkam)
Menko bidang Politik dan Keaman­an (Menko Polkam) Budi Gunawan. (Foto: Dok. Kemenko Polkam)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sejak Jumat (20/6/2025), Pemerintah mulai evakuasi WNI di Iran. Para WNI dibawa dengan bus agar bisa ke­luar dari Iran. Selanjutnya, para WNI akan diterbangkan ke Tanah Air meng­gunakan pesawat Hercules milik TNI.

Pemulangan WNI dilakukan setelah KBRI di Teheran meningkatkan status dari sebelumnya Siaga I menjadi Siaga II. Peningkatan status ini seiring dengan eskalasi militer Iran-Israel yang kian meningkat. Apalagi, serangan Israel ke Teheran bukan lagi menyasar pusat-pusat militer, tapi juga kalangan sipil.

Berdasarkan data di Kemenlu RI, terdapat 386 WNI yang bermukim di Iran. Mayoritas para WNI itu, berstatus pelajar dan mahasiswa. Para WNI ini, umumnya tinggal di Kota Qom yang jaraknya sekitar 150 km dari Teheran.

Menko bidang Politik dan Keaman­an (Menko Polkam) Budi Gunawan mengatakan, evakuasi WNI dari Iran sudah mulai dilakukan. Proses evakuasi menggunakan jalur darat. Mereka diangkut menggunakan bus dari Teheran menuju Baku, Ibu Kota Azerbaijan.

Baca juga : Prof Juanda: Menurut Saya, Ini Sebuah Kemunduran

Diketahui, Azerbaizan merupakan negara yang dekat dengan Iran. Se­hingga memindahkan WNI menuju Ajerbaizan sebelum diterbangkan menuju Indonesia, dianggap yang paling aman. Karena wilayah udara Teheran tidak aman untuk pener­bangan.

"Berdasarkan informasi dari Kementerian Luar Negeri (Kemlu), tahap pertama dimulai pada Jumat 20 Juni 2025, dengan 115 WNI diberangkatkan menggunakan empat bus dari Teheran," kata Budi Gunawan (BG) dalam keterangan resminya, Jumat (20/6/2025).

BG menyatakan, pihaknya telah menggelar rapat koordinasi lintas kementerian dan lembaga untuk menentukan langkah strategis. Pihak yang terlibat adalah Kementerian Luar Negeri, TNI, BIN, Kemenko Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan, Kementerian Dalam Negeri, dan instansi terkait lainnya.

Pemerintah juga telah menyampai­kan nota diplomatik dan membuka jalur komunikasi darurat bagi WNI di zona konflik. Kemenko Polkam mengimbau, seluruh WNI di wilayah konflik tetap tenang, mengikuti arahan Perwakilan RI, dan melapor bila memerlukan bantuan.

Baca juga : Perintah Bos Danantara, Pejabat BUMN Jangan Main Golf Di Hari Kerja

Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Judha Nugraha membenarkan, evakuasi WNI di Iran sudah mulai dilakukan. Evakuasi WNI di Iran, kata dia, ber­langsung melalui jalur darat. Sebelum evakuasi, WNI telah berkumpul dan menginap semalam di safehouse KBRI Teheran.

"Mohon doanya agar lancar dan aman," ujar Judha dalam pernyataan­nya, Jumat (20/6/2025).

Kepala Pusat Penerangan (Kapus­pen) TNI Mayjen Kristomei Sianturi menegaskan, siap mengevakuasi WNI dari Iran dan Israel. Dari jumlah terse­but, sebanyak 115 WNI di Iran dan 11 WNI di Israel telah menyatakan kesediaannya dievakuasi. Sebagian besar adalah pelajar dan mahasiswa yang tinggal di wilayah yang kini masuk kategori rawan.

Kristomei mengatakan, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menginstruksikan jajarannya berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga ter­kait, memastikan kelancaran proses evakuasi. Dalam proses evakuasi ini, melibatkan Tim Crisis Response Team (CRT), terdiri dari 34 personel gabungan TNI.

Baca juga : Nasir Djamil: Banyak Pihak Yang Meminta Dikeluarkan

Evakuasi telah berlangsung sejak Jumat (20/6/2025) kemarin. WNI dari Iran sudah berangkat menuju Baku, Azerbaijan. Estimasi perjalanan WNI sekitar 30 jam. Sesampainya di Baku, WNI akan menginap dua malam sebe­lum melanjutkan penerbangan pulang ke Tanah Air dengan pesawat komersial, Minggu (22/6/2025) besok.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.