BREAKING NEWS
 

Perseteruan Golkar Sumut Semakin Terbuka

Ijeck Bantah Lakukan Komunikasi Dengan Doli

Reporter : HAIKAL AMIRULLAH
Editor : ROMDONY SETIAWAN
Sabtu, 27 Desember 2025 06:45 WIB
Musa Rajekshah alias Ijeck. (Foto: Instagram/musa_rajekshah)

RM.id  Rakyat Merdeka - Perseteruan politik di tubuh Partai Golkar Provinsi Sumatera Utara (Sumut), kian terbuka. Mantan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar Sumut periode 2020-2025, Musa Rajekshah alias Ijeck membantah adanya komunikasi terkait dinamika kekinian di internal partai.

“Saya tidak pernah ada komunikasi dengan Doli, setelah dia menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Golkar Sumut. Apalagi, soal Musyawarah Daerah (Musda) atau kepengurusan. Itu tidak pernah terjadi,” tegas Ijeck di Medan, Sumut, Jumat (26/12/2025). 

Diketahui, Keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar menunjuk Ahmad Doli Kurnia Tanjung, sebagai Plt Ketua DPD Golkar Sumut, membuat situasi Partai Beringin bergolak. Sekretaris DPD Golkar Sumut, Ilhamsyah, merespon keputusan itu dengan pengunduran diri. 

Penunjukan Doli tertuang dalam Surat Keputusan (SK) DPP Golkar Nomor: Skep-132/DPP/ GOLKAR/XII/2025. Surat itu ditandatangani Ketua Umum Bahlil Lahadalia, dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Muhammad Sarmuji, di Jakarta, pada 14 Desember 2025. 

Dalam surat tersebut, Wakil Ketua Umum DPP Golkar itu ditugaskan memimpin transisi Golkar di Sumut, menggantikan Ijeck hingga terlaksananya Musda XI Golkar Sumut. Fokus utamanya, menjaga stabilitas dan memastikan roda organisasi tetap berjalan pasca pergantian kepemimpinan. 

Baca juga : Siap Dalam Suka Dan Duka, PAN Janji Setia Kepada Prabowo

Melanjutkan keterangannya, Ijeck menegaskan, kondisi Golkar Sumut berada dalam kondisi solid selama masa kepemimpinannya. Dia memastikan, tidak konflik atau situasi darurat sebagaimana yang digambarkan kepada publik. 

“Narasi yang menyebut partai mengalami kegaduhan dan krisis kepemimpinan, tidak sesuai dengan kondisi faktual di lapangan. Tidak ada kader yang bertengkar atau pecah. Kami menjaga marwah partai, bukan membangun opini yang tidak benar,” cetusnya. 

Mantan Wakil Gubernur Sumut itu juga membantah tudingan soal adanya kader yang tidak terakomodir selama masa kepemimpinannya. Menurutnya, narasi itu tidak berdasar dan sarat kepentingan politik. 

Adsense

“Yang tidak terakomodir yang mana? Pengurus DPD Golkar Sumut periode saya hampir 200 orang, paling banyak sepanjang sejarah. Jadi, tudingan itu tidak masuk akal,” ucapnya. 

Lebih lanjut, Ijeck membeberkan data untuk menampar balik narasi kegagalan yang coba dibangun. Menurut dia, jumlah kader Golkar Sumut melonjak dari 44.407 orang pada 2017 menjadi 241.273 orang pada 2023. 

Baca juga : Copot Kajari HSU Imbas OTT KPK, Kejagung: Bagian Evaluasi Kinerja

“Apakah semua harus masuk struktur? Itu mustahil secara organisasi,” sindirnya. 

Namun begitu, anggota DPR dari Daerah Pemilihan (Dapil) Sumut itu mengaku menerima keputusan DPP Golkar soal penunjukan Plt Ketua DPD Golkar Sumut. Dia hanya merasa perlu meluruskan situasi, agar publik tidak terseret pada framing Golkar Sumut berada dalam kondisi krisis. 

“Keputusan DPP saya terima dengan lapang dada. Tapi, Golkar Sumut tidak dalam kondisi darurat. Ini hanya perbedaan pandangan soal cara menjaga soliditas,” imbuhnya. 

Ijeck juga membeberkan rekam jejak elektoral Golkar Sumut di bawah kepemimpinannya. Pada Pemilu 2024, urai dia, Golkar Sumut meraih 1.377.466 suara, melipatgandakan kursi DPR dari 4 menjadi 8, DPRD Sumut dari 15 menjadi 22 kursi, serta DPRD kabupaten/kota dari 184 menjadi 208 kursi. 

Pada Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) 2024, sambung dia, Golkar Sumut juga melampaui target DPP dengan tingkat kemenangan sekitar 64 persen, di atas target 60 persen. Golkar Sumut juga all out memenangkan Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka di Pemilu Presiden (Pilpres) 2024. 

Baca juga : Warga Jakarta Diminta Empati Ke Korban Bencana

Ijeck menambahkan, berbagai capaian yang ditorehkan pengurus DPD Golkar Sumut periode 2020-2025, menggugurkan narasi soal kader tidak terakomodir dan konflik internal. Menurut dia, narasi tersebut merupakan alat politik untuk membenarkan manuver kekuasaan di tubuh Golkar Sumut. 

“Kader Golkar Sumut banyak dan tetap solid. Jangan membangun kesan, seolah partai ini sedang bermasalah, dan berada dalam situasi darurat,” tandasnya. [KAL]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense