RM.id Rakyat Merdeka - Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Provinsi Sulawesi Selatan memastikan, Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PSI se-Indonesia digelar di Makassar, pada 28 Januari sampai 1 Februari 2026. Mereka telah mengundang Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi) menghadiri kegiatan tersebut, untuk memberi wejangan kepada seluruh kader partai.
Ketua Harian DPW PSI Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Rahman Syah mengatakan, Rakernas akan dihadiri oleh ketua umum dan jajaran Dewan Pimpinan Pusat (DPD). Menurut dia, kegiatan tersebut juga akan dihadiri seluruh pengurus DPW dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD), atau pengurus tingkat kabupaten/kota se-Indonesia.
“Mereka telah mengonfirmasi kehadiran. Sekitar 2.000 kader dan pengurus dari seluruh Indonesia akan hadir, ditambah simpatisan dengan jumlah yang hampir sama,” ujar Rahman kepada wartawan di Balai Kota Makassar, Sulsel, Kamis (22/1/2026).
Menurut dia, pemilihan Kota Makasar sebagai tuan rumah pelaksanaan Rakernas, karena kota tersebut sangat strategis dari sisi transportasi dan akses wilayah. Rahman menilai, kenyamanan transportasi dan akses wilayah berperan besar untuk memastikan kehadiran seluruh kader, karena kegiatan itu akan dihadiri Presiden RI ke-7 Joko Widodo.
Baca juga : Pascabencana Sumatera Barat, Gerindra Terus Kawal Huntara Korban Bencana
“Berdasarkan jadwal acara yang sudah di-acc pengurus pusat, Pak Joko Widodo, akan memberikan ceramah pada tanggal 31 Januari,” ungkapnya.
Selain agenda utama Rakernas, lanjut dia, panitia juga menyiapkan sejumlah rangkaian kegiatan. Di antaranya, doa dan zikir bersama pada 28 Januari malam, dan jalan santai di kawasan Anjungan Pantai Losari pada 1 Februari 2026.
“Saat ini, kesiapan panitia telah mencapai 85 persen. Kami akan terus bekerja dan melakukan koordinasi untuk memastikan kesuksesan pelaksanaan seluruh rangkaian acara,” tegasnya.
Sebelumnya, Sekretaris DPW PSI Sulsel, Indira Mulyasari Paramastuti mengakui, agenda pelaksanaan Rakernas PSI di Makassar diwarnai dengan isu perpindahan mantan politisi Partai NasDem Rusdi Masse Mappasessu (RSM) ke Partai Gajah. Dia memastikan, DPW PSI Sulsel membuka pintu lebar bagi RMS.
Baca juga : Kasus Kredit Macet Kerap Terjadi Akibat Wanprestasi
Indira juga mengaku kagum dengan sosok RMS, yang pernah menjabat Ketua DPW NasDem Sulsel. Sebab, dia pernah menjadi kader NasDem saat RMS memimpin NasDem Sulsel.
“Pak RMS itu panutan saya, sejak pertama bergabung di Partai NasDem. Beliau punya cara berpolitik yang berbeda, dengan politik kemanusiaan yang baik. Itu yang menjadi panutan saya sebagai pribadi,” ujarnya.
Ketua DPP PSI Bidang Politik, Bestari Barus menyatakan, jika perpindahan itu terwujud, Sulawesi Selatan akan menjadi “Kandang Gajah” kedua bagi PSI, sekaligus mengukuhkan dominasi di kawasan Timur Indonesia. Bahkan, Barus membandingkan keberhasilan itu dengan kesuksesan Kaesang Pangarep menjadikan Jawa Tengah sebagai basis kekuatan besar PSI.
“Bila Rusdi Masse bergabung, bisa dikatakan, setelah Mas Kaesang menggedor Jawa Tengah menjadi Kandang Gajah, maka Sulawesi Selatan akan menjadi Kandang Gajah kedua,” cetusnya.
Baca juga : Buntut Cuaca Ekstrem, Siswa DKI Belajar Online
Diketahui, anggota Fraksi Partai NasDem, Rusdi Massse Mappasessu, ditunjuk menjadi Wakil Ketua Komisi III DPR, menggantikan Ahmad Sahroni. Sebelumnya, dia menjabat sebagai anggota Komisi IV DPR, sementara Ahmad Sahroni bergeser menjadi anggota Komisi I DPR.
Bendahara Umum DPP NasDem, Ahmad Sahroni memastikan, Rusdi telah mengajukan surat pengunduran diri sebagai anggota fraksi, sekaligus kader NasDem. Namun, dia tak mendapat informasi apakah tokoh asal Sulsel itu akan pindah ke PSI.
“Benar, sudah mengajukan surat mundur. Tapi, nggak tahu kalau dia ke PSI,” katanya. [OSP]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.