BREAKING NEWS
 

Dicalonkan Jadi Ketua Dewan Pembina, Jokowi Bakal Berjaket PSI?

Reporter : FAQIH MUBAROK
Editor : SISWANTO
Senin, 15 Juni 2026 08:00 WIB
Presiden RI ke-7 Jokowi bakal menjadi Ketua Dewan Pembina PSI. (Foto: Dok. PSI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden RI ke-7 Joko Widodo atau Jokowi dikabarkan akan segera bergabung ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Posisi Ketua Dewan Pembina sudah disiapkan bagi Jokowi. Benarkah Jokowi akan segera berjaket PSI? 

Bakal masuknya Jokowi ke PSI itu diungkap Wakil Ketua Dewan Pembina PSI Grace Natalie. Kata dia, sebentar lagi Jokowi bakal segera mengenakan jaket PSI secara resmi sebagai Ketua Dewan Pembina PSI. 

Grace mengatakan, saat ini PSI tengah mempercepat penyempurnaan struktur kepengurusan hingga tingkat desa dan kelurahan di seluruh Indonesia menjelang proses verifikasi partai. Percepatan struktur organisasi dilakukan agar roda partai bisa langsung bergerak ketika Jokowi resmi tampil sebagai Ketua Dewan Pembina PSI.

"Agar saat Bapak Dewan Pembina resmi masuk, semuanya sudah siap dan roda partai bisa langsung lari," kata Grace saat berkunjung ke Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (13/6/2026). 

Senada dengan Grace, Ketua Harian PSI Ahmad Ali menyatakan, Jokowi saat ini sejatinya sudah dianggap sebagai bagian dari PSI. Penjaketan atau apa pun namanya, kata dia, hanya bersifat seremonial saja. 

Baca juga : Iran Vs Selandia Baru, Pembuktian Setelah Dikerjain Amerika

"Kalau kita mengikuti runutan pernyataan Pak Jokowi tentang PSI, saya pikir itu dimaknai Pak Jokowi itu PSI," kata Ahmad Ali, Minggu (14/6/2026). 

Eks politikus Partai NasDem itu merujuk sejumlah pernyataan Jokowi mengenai PSI. Misalnya, ketika Kongres PSI di Solo, Jawa Tengah, tahun lalu, Jokowi menegaskan siap membesarkan partai. 

"Lalu dipertegas lagi di Rakernas PSI bulan Mei lalu. Beliau akan turun ke kecamatan-kecamatan membantu PSI. Artinya secara tersirat, sesungguhnya, menurut saya hari ini dia adalah PSI," tambahnya. 

Ketua DPP PSI Bestari Barus menambahkan, penyematan jaket PSI akan menjadi penanda bahwa Jokowi kini bersama partai berlambang gajah, bukan lagi bagian dari PDIP. "Ini menjadi permakluman publik sebesar-besarnya bahwa Pak Jokowi sudah bersama PSI dan tidak lagi bersama PDI," tegas Bestari. 

Adsense

Bestari juga tidak mempersoalkan status Jokowi di partai lamanya. Dia mengklaim banyak masyarakat yang justru senang melihat Jokowi tidak lagi berada di PDIP. 

Baca juga : Hari Ini Dibuka Lagi, IHSG Diprediksi Menguat

"Masalah Pak Jokowi dipecat, Gibran dipecat, atau Bobby dipecat, itu mekanisme saja. Tapi saya meyakini seribu persen, betapa bahagianya rakyat Indonesia melihat Pak Jokowi keluar ataupun dikeluarkan oleh PDI Perjuangan," ujarnya. 

Sementara itu, politikus PDIP Guntur Romli menegaskan, partainya tidak lagi mencampuri agenda politik Jokowi. Alasannya, mantan Wali Kota Solo itu sudah dipecat dari PDIP sejak Desember 2024. 

"Karena dia sudah dipecat, maka bukan menjadi urusan PDI Perjuangan dia mau tidak berpartai atau berpartai lagi," tegas Guntur dalam pesan singkatnya kepada Rakyat Merdeka, Minggu (14/6/2026). 

Guntur mengungkit, saat masih di PDIP, para pendukung Jokowi enggan disebut sebagai petugas partai. Namun kini, kata dia, Jokowi justru dipakai untuk kepentingan elektoral. 

"Jokowi sebagai orang partai (PSI) hanya bekerja untuk kepentingan elektoral partai itu saja," ujarnya. 

Baca juga : Kurma Ajwa Madinah, Warisan Nabi Penuh Manfaat

Seperti diketahui, ayah dari Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka itu dijadwalkan melakukan kunjungan ke sejumlah daerah di Indonesia. Namun, belum bisa dipastikan, apakah safari politik Jokowi dilakukan dengan status sebagai Ketua Dewan Pembina PSI. 

Direktur Parameter Politik Indonesia (PPI) Adi Prayitno menilai, jika Jokowi resmi mengenakan jaket PSI, hal itu hanya bersifat formalitas yang menegaskan posisi politiknya selama ini. Karena selama ini, kata dia, publik sudah paham bahwa Jokowi adalah bagian dari PSI. 

"Selama ini memang Jokowi sudah jadi imam besar PSI tanpa harus berjaket PSI. Apalagi sebelumnya berulang kali Jokowi berjanji akan total bekerja untuk PSI," kata Adi Prayitno kepada Rakyat Merdeka, Minggu (14/6/2026). 

Adi menilai, penegasan Jokowi berjaket PSI tampaknya diniatkan untuk menggaet pemilih PDIP yang memilih partai berlambang banteng karena faktor Jokowi. Namun, menurutnya, basis pemilih PDIP pada Pemilu 2024 didominasi pemilih ideologis dan militan. 

Sejak pecah kongsi pada Pilpres 2024, kata Adi, pendukung Jokowi dan PDIP sudah berjalan di jalur masing-masing. Tanpa Jokowi pun, PDIP tetap menjadi pemenang Pemilu Legislatif 2024. [FAQ]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense