Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Swedia Pesta Gol 5-1 ke Gawang Tunisia
- S3 Ilmu Hukum Universitas Borobudur Tawarkan Pendidikan Berkualitas Berstandar Internasional
- PLN EPI Dorong CBG dari Limbah Sawit untuk Kurangi Emisi dan LNG
- Khofifah Ajak Alumni FH Unair Buka Peluang Magang Bagi Mahasiswa
- Tampung 245.980 Murid Baru, Disdik DKI SPMB Objektif, Transparan dan Inklusif
Bisakah Cukai Rokok Dipakai Untuk Tambal Defisit BPJS Kesehatan?
Irma Suryani Chaniago: Jika Tidak Ditangani, Berpotensi Gagal Bayar
Senin, 15 Juni 2026 07:10 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Direktur Keuangan dan Investasi BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito mengungkapkan, pihaknya mengalami defisit sebesar Rp 2 triliun setiap bulannya. Hal itu terjadi karena lebih banyak jumlah pengeluaran dibanding pemasukan.
Dia menerangkan, setiap hari, BPJS Kesehatan mencatat sekitar 2 juta transaksi layanan kesehatan. Kewajiban pembayaran klaim mencapai Rp 500 miliar per hari atau Rp 16,5 triliun per bulan. Sementara itu, penerimaan iuran berkisar Rp 14 triliun per bulan.
Baca juga : DPR Minta Kemenhub Update Regulasi Perlintasan Sebidang
“Setiap bulan kami defisit Rp 2 triliun,” kata Prihati, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi IX DPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (9/6/2026).
Ia menyatakan, tanpa adanya intervensi atau dukungan kebijakan, BPJS Kesehatan berpotensi mengalami gagal bayar pada Juli 2027. Cadangan dana yang tersedia hanya mampu menopang pembayaran klaim hingga awal tahun depan.
Baca juga : Zulhas Pastikan Penyaluran Pupuk Bersubsidi Lancar
Menanggapi kondisi tersebut, Anggota Komisi IX DPR Irma Suryani Chaniago mengusulkan pemanfaatan dana cukai hasil tembakau untuk membantu menutup defisit BPJS Kesehatan. “Cukai tembakau itu per tahun cukup besar,” ujar Irma, dalam rapat tersebut.
Lalu, apakah dana cukai rokok memang dapat digunakan untuk menopang pembiayaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)?
Baca juga : Menteri Brian Ajak PTS Mencetak SDM Unggul
Koordinator Advokasi BPJS Watch Timboel Siregar menjelaskan, secara regulasi, pemanfaatan dana yang berasal dari cukai rokok untuk mendukung pembiayaan JKN sebenarnya telah memiliki landasan hukum. Namun, implementasi kebijakan tersebut hingga kini masih terkendala oleh minimnya kemauan politik (political will) dari Pemerintah.
Untuk mengetahui lebih jauh pandangan Irma Suryani Chaniago mengenai peluang pemanfaatan dana cukai rokok sebagai solusi atas defisit BPJS Kesehatan, berikut petikan wawancaranya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya