BREAKING NEWS
 

Wali Kota Palu Mundur Dari Struktur Partai, Rio: Masih Keluarga Besar Hanura

Reporter : KHOIRUL UMAM
Editor : FAQIH MUBAROK
Kamis, 1 Oktober 2026 06:23 WIB
Wakil Ketua Umum Partai Hanura, Patrice Rio Capella didampingi Sekretaris DPD Hanura Sulawesi Tengah Muhammad Ismail Junus saat memimpin Rapat dan Konsolidasi Tim Task Force Hanura se-Sulawesi Tengah, di Hotel Grand Sya, Palu, Rabu (30/9/2026). Hanura

RM.id  Rakyat Merdeka - Partai Hanura merespons keputusan Wali Kota Palu Hadianto Rasyid yang mundur dari jabatan Ketua DPD Hanura Sulawesi Tengah. Hanura meyakini Hadianto tetap berkontribusi untuk membesarkan partai meski tidak lagi menduduki jabatan struktural.

Wakil Ketua Umum DPP Hanura, Patrice Rio Capella menegaskan, mundurnya Hadianto tidak mengurangi semangat kader untuk membesarkan partai.

"Saya pikir langkah-langkah yang diambil oleh Wali Kota Palu tentu punya pertimbangan dan alasan tersendiri. Dia tidak lagi menjadi Ketua DPD, tapi merupakan bagian dari keluarga besar partai Hanura," kata Rio usai memimpin Konsolidasi dan Rapat Teknis Tim Task Force DPP Hanura se-Provinsi Sulawesi Tengah di Hotel Grand Sya, Palu, Rabu (30/9/2026).

Rio meyakini Hadianto tetap akan berkontribusi terhadap Hanura meski tidak lagi menduduki posisi struktural partai.

"Perjuangan itu bisa dari mana saja. Kami meyakini Wali Kota itu pasti akan bekerja untuk partai Hanura walaupun tidak menjabat Ketua DPD," sambung Rio.

Menurut Rio, Hadianto memiliki sejarah panjang bersama Hanura di Sulteng. Karena itu, ia menilai keputusan Hadianto mundur dari kepengurusan tidak serta-merta mengurangi kekuatan Hanura di Sulteng.

Baca juga : Cek Kesiapan Pemilu 2029, Rio Capella Sebut Mesin Hanura Kalbar Sudah Hidup

"Saya belum dengar, belum dapat informasi pindah ke partai mana. Namun, sampai hari ini saya komunikasi dengan Pak Wali, dia tetap bagian dari Hanura walaupun tidak lagi menjabat Ketua DPD Partai Hanura di Sulawesi Tengah," jelas Ketua Tim Task Force DPP Hanura itu.

Rio juga menegaskan Hanura tidak akan menutup pintu bagi Hadianto apabila kelak kembali berkontestasi dalam Pilkada. Menurutnya, Hanura akan menentukan dukungan berdasarkan sosok yang memiliki kemampuan membangun Sulteng.

"Hanura tidak kemudian mem-blacklist, itu bukan tipe Hanura. Sepanjang itu untuk kepentingan rakyat, dan memang rakyat menghendaki dia, pasti Hanura akan dukung. Siapapun itu," tegas Pelaksana Tugas (Plt) DPD Hanura Sulteng itu.

Di kesempatan sama, Sekretaris DPD Hanura Sulteng, Muhammad Ismail Junus memastikan roda organisasi partai tetap berjalan setelah Hadianto mundur dari jabatan Ketua DPD.

Adsense

"Sampai saat ini target-target yang diberikan oleh DPP alhamdulillah sudah berjalan sesuai dengan harapan. Insya Allah di bulan Oktober ini rampung 100 persen untuk pembangunan struktur organisasi sampai di tingkat PAC," sambung Ismail.

Ismail menegaskan, mundurnya Hadianto tidak membuat kepengurusan Hanura Sulteng pincang. Ia menyebut komunikasi dengan Hadianto hingga kini masih terjalin dengan baik.

Baca juga : HUT Pertama GKSR Hasilkan Draf 30 Poin, Usul PT 1 Persen dan Fraksi Gabungan

"Kita setiap hari komunikasi sama beliau. Dengan Pak Hadi hubungan ini bukan hubungan yang baru. Kita bangun juga partai ini dari awal," akunya.

Terkait kemungkinan dirinya ditunjuk sebagai Ketua DPD Hanura Sulteng, Ismail menyatakan siap jika mendapat amanah dari partai.

"Siapapun kader harus siap. Hanura ini memang sudah digembleng. Siapapun kader insyaallah siap untuk bisa membawa Hanura ini ke depan mencapai target-target kemenangan," tegasnya.

Namun, ketika ditanya mengenai peluang dirinya diusung sebagai calon gubernur Sulteng, Ismail enggan berspekulasi. Menurutnya, prioritas saat ini adalah memperkuat struktur organisasi.

Ia meyakini struktur yang solid akan menjadi modal untuk menghadapi berbagai agenda politik, termasuk Pilkada.

"Untuk bisa mencapai tujuan tadi, seperti teman-teman yang ingin mencalonkan jadi kepala daerah, bupati dan lain-lain, tentunya struktur organisasi harus kita bangun dulu," sebutnya.

Baca juga : HUT Pertama GKSR, Delapan Partai Usul Parliamentary Threshold 1 Persen

Ismail juga optimistis Hanura mampu memenuhi target perolehan kursi DPRD Provinsi Sulteng pada Pemilu mendatang.

"Kami yakin bahwa khusus untuk DPR Provinsi setiap dapil insya Allah akan terisi dan satu kursi DPR RI," pungkasnya.

Adapun kegiatan ini turut dihadiri Sekretaris Task Force DPP Hanura, Hanurani Prajanto, Bendahara Task Force Indah Sri Rezeki, serta empat anggota Task Force, Ratna Ester Lumban Tobing, Yossie Indra Pramana, Che Raihan, dan Yusuf.

Task Force juga memberikan bantuan operasional senilai Rp 100 juta kepada seluruh DPC Hanura di Provinsi Kalteng. Bantuan diberikan sebagai upaya memperkuat struktur organisasi di daerah untuk memanaskan mesin politik Hanura menghadapi Pemilu 2029.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense