RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Gubernur (Wagub) Sulawesi Utara (Sulut), Johannes Victor Mailangkay, resmi meninggalkan Partai NasDem. Dia melepaskan jabatan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) NasDem Sulut, dengan alasan tak lagi sejalan dengan Ketua Komando Pemenangan Wilayah (Kompemwil) NasDem Sulut, Felly Estelita Runtuwene.
Keputusan itu tertuang dalam surat pengunduran diri Victor bernomor 01-KHUSUS MUNDUR/IX/2026 tertanggal 29 September 2026. Surat itu diserahkan langsung kepada Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) NasDem, Surya Paloh, di NasDem Tower, Jakarta, Selasa (29/9/2026).
Dalam surat itu, Victor secara terang menyebut perbedaan irama dan cara kerja dengan Ketua DPP NasDem yang juga Kompemwil NasDem Sulut, Felly Estelita Runtuwene, sebagai salah satu alasan dirinya mengakhiri perjalanan politik bersama NasDem.
“Saya tidak dapat lagi mengikuti irama dan cara kerja Kakak Felly Estelita Runtuwene, Ketua DPP Partai NasDem dan Kompemwil Partai NasDem Sulawesi Utara,” tulis Victor, dikutip Kamis (1/10/2026).
Baca juga : Top, BRI 4 Tahun Masuk Sustainability Yearbook
Dia menegaskan, keputusan itu diambil secara sadar, serta tanpa tekanan dan paksaan dari pihak mana pun. Selain itu, tambah Victor, langkah itu dilakukan dengan pertimbangan menjaga kekompakan, dan mencegah terjadinya perpecahan di internal NasDem Sulut.
Namun, dia tidak merinci persoalan atau peristiwa yang menjadi pemicu keretakan hubungan tersebut. “Dengan ini menyatakan mengundurkan diri dari Partai NasDem terhitung mulai tanggal 29 September 2026,” imbuhnya.
Terpisah, Wakil Ketua DPW NasDem Sulut, Alexander Vouke Wenas membenarkan kabar tersebut. Dia memastikan, surat pengunduran diri Victor telah disampaikan kepada Ketua Umum NasDem, Surya Paloh.
“Benar, Bapak Johannes Victor Mailangkay telah mengirim surat pengunduran diri kepada Ketua Umum DPP NasDem, Surya Paloh,” ujarnya.
Baca juga : Layanan Bus Transjakarta Harus Dijamin Lebih Baik
Sementara itu, Sekretaris DPW NasDem Sulut, Michael Thungari menyatakan, perbedaan langkah politik yang diambil Viktor, tidak akan menghapus hubungan personal yang telah terbangun.
“Terima kasih kaka Victor atas kebersamaan, persahabatan, dan setiap langkah yang pernah kita lalui bersama,” ucapnya.
Menurut Michael, setiap perjalanan memiliki waktu masing-masing, dan pengabdian dapat ditempuh melalui jalan berbeda. Dia menekankan, perubahan posisi dan perbedaan pilihan tak bisa menjadi alasan untuk memutus hubungan baik yang telah terjalin.
“Perbedaan langkah tidak menghapus rasa hormat, mengubah posisi atau menghapus persaudaraan,” tandasnya.
Baca juga : Ronaldo Angkat Kaki Dari Timnas Portugal
Pengamat Politik dan Pemerintahan Sulut, Taufik Tumbelaka mengatakan, pengunduran diri Viktor tak bisa dilihat sebagai persoalan internal partai. Sebab, Viktor menduduki dua posisi strategis, yakni Ketua DPW NasDem dan Wagub Sulut.
“Sebelum menjabat sebagai Ketua DPW NasDem, Viktor pernah menjadi Sekretaris DPW NasDem Sulut. Artinya, dia memiliki pengalaman organisasi dan relasi politik yang cukup panjang di internal NasDem.
Karenanya, pengunduran diri itu berpotensi membawa konsekuensi yang tak hanya dirasakan internal NasDem, tapi juga menjadi perhatian partai-partai politik lainnya di Sulut,” tuturnya. [KAL]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.